Terkini.id, Jakarta – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa partainya kini sedang dalam masa berkabung.
Hal ini dikarenakan adanya pelengseran jabatan Ketua Umum Partai Demokrat milik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini beralih kepada Moeldoko.
Moeldoko telah diangkat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat yang baru melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di The Hills Hotel and Resort, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Dalam jumpa pers yang diadakan di daerah Cikeas, Bogor, SBY mengatakan bahwa kini keadilan supermasi hukum dan demokrasi sedang diuji.
Presiden ke-6 RI itu juga mengatakan bahwa Moeldoko, seorang dari pihak eksternal Partai Demokrat kini telah menjadi Ketua Umum.
- Moeldoko Sebut Adanya Motif Politik di Balik Pernyataan Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo
- Reshuffle Kabinet Hari Ini, Beredar Kabar Syahrul YL Digantikan Moeldoko
- Upaya Melawan Moeldoko CS, Demokrat Sulsel Ajukan Perlindungan Hukum
- KUHP Baru Resmi Diundangkan Oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno
- Begini Komentar Moeldoko Terkait Kekejian TPNPB-OPM Bunuh Warga Tak Berdosa
“KLB tersebut telah menobatkan KSP Moeldoko, seorang pejabat pemerintahan aktif berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan, bukan kader Partai Demokrat, alias pihak eksternal partai, menjadi Ketum Partai Demokrat,” ucap, dikutip dari Kompas, Jumat, 5 Maret 2021.
Dalam kesempatan yang sama, SBY juga mengatakan bahwa dirinya merasa bersalah pernah mempercayai dan memberikan amanah kepada Moeldoko sewaktu menjabat jadi presiden.
“Termasuk rasa malu, dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun ke hadirat Allah SWT,” ujarnya.
Diketahui bahwa Moeldoko merupakan Panglima TNI pada tahun 2013 lalu.
“Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap ksatria, dan nilai-nilai moral. Dan hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di TNI,” tutur SBY.
AHY dalam jumpa pers itu juga meminta Jokowi serta Yasonna agar tidak mengesahkan hasil KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pihaknya menganggap bahwa KLB Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang merupakan kongres yang ilegal.
“Saya minta dengan hormat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi kepada KLB Ilegal,” pintanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
