Imlek dirayakan untuk menyambut datangnya musim semi, saat itu masyarakat Tiongkok hidup dari bercocok tanam dan selama datangnya musim dingin.
Mereka tidak bisa beraktifitas di ladang mereka selama beberapa bulan lamanya.
Dan ketika musim semi tiba, mereka menyambutnya dengan suka cita karena mereka kembali bisa beraktifitas di ladang mereka, dengan mendatangkan hasil panen yang memuaskan.
Datangnya musim semi ini mereka merayakannya sebagai Tahun Baru Imlek dan mereka mengucapkan Sin Chun Kiong Hi (selamat datang musim semi).
Banyak orang keturunan Tionghoa di Indonesia mengatakan Imlek tahun ini adalah Imlek yang ke 2573.
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo HOKI Imlek, Yuk Buruan!
- Masyarakat Tionghoa Gelar Open House Imlek 2023 di Hotel Rinra, Semua Bisa Hadir
- Pendakwah Andri Kurniawan: Tokoh Kafir Mengeluarkan Fatwa, Menteri Agama Langsung Mengeluarkan Surat Edaran!
- PDIP Sebut Megawati yang Menetapkan Imlek Jadi Libur Nasional, Nahdliyin: Sekalian Tugu Monas dan Taman Mini Megawati yang Bangun!
- Mengenal Kegiatan Harian Tradisional yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek
Imlek 2573 bukanlah Imlek yang dihitung sejak jaman Dinasti SIA. Imlek 2573 adalah Imlek versi kaum Konfusiunisme.
Yang dihitung sejak tahun kelahiran Confusius /Nabi Kong Hu Tju. Confusius lahir pada thn 551 SM.
Kaum Konfusiunisme begitu berterima kasih kepada Confusius, yang telah mengajarkan mereka etika dan moralitas
Sehingga tahun lahir beliau dijadikan sebagai Imlek pertama.
Walau sesungguhnya masyarakat Tiongkok saat itu sudah merayakan Imlek sejak 2147 tahun silam.
Imlek merupakan Budaya etnis Tionghoa Nusantara dan perlu disadari dan dipahami untuk menambah pemahaman kita.
(Tulisan ini diteruskan oleh Ketua PSMTI Sulawesi Barat, Oei Iming Wijaya)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
