Terkini, Makassar – Kualitas air minum di Kota Makassar memasuki babak baru dimana Sistem Pemantauan Kualitas Air Terpadu atau disingkat Sipakatau resmi diperkenalkan sebagai pilot project untuk mengintegrasikan data pemeriksaan Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) secara digital dan dapat diakses bersama oleh berbagai pemangku kepentingan.
Launching Program aplikasi Sipakatau baru-baru ini yang di inisiasi oleh Kepala Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, Rustam, S.Si, M.Kes diharapkan mampu menjawab persoalan selama ini, ketika data pengawasan dan hasil pemeriksaan masih tersebar di berbagai instansi sehingga proses pemantauan maupun pengambilan keputusan belum berjalan optimal.
Dalam pemaparan program tersebut disebutkan, saat ini telah terdapat 182 data DAMIU dari 50 puskesmas yang masuk ke dalam sistem. Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah instansi terkait, terdapat kurang lebih 1.060 DAMIU yang beraktivitas di Kota Makassar.
Pilot project tersebut selanjutnya akan dikembangkan agar dapat mencakup seluruh puskesmas di Kota Makassar. Dengan demikian, data DAMIU dapat dipantau secara lebih menyeluruh, mulai dari kondisi sanitasi, riwayat pemeriksaan, jumlah depot yang telah diperiksa hingga depot yang belum mendapatkan pemeriksaan.
Satu Data untuk Pengawasan Lebih Terintegrasi
- Asfar Haramain Internasional Hadir di Jakarta, Sediakan Layanan Perhotelan hingga Visa untuk Travel Umrah dan Haji
- Penyaluran LPG 3 Kg di Pinrang Dipastikan Normal, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan 18.480 Tabung
- Kalla Run 10K Segera Digelar, Rute Lebih Presisi dan Tersertifikasi Kelas Dunia
- Atasi Krisis Air Bersih, PLN Peduli dan Human Initiative Hadirkan PLN SEJUK di Jeneponto
- Presale Tiket Musikaria Adira Festival 2026 Dibuka, Harga Mulai Rp119 Ribu
Aplikasi Sipakatau dirancang sebagai ruang kerja bersama bagi berbagai pihak, termasuk puskesmas, tenaga sanitarian, laboratorium, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait.
Salah satu keunggulan yang ditekankan adalah kemampuan sistem untuk menampung hasil pemeriksaan laboratorium secara langsung. Tidak hanya satu laboratorium, laboratorium pemerintah maupun laboratorium lainnya yang melakukan pemeriksaan sampel dapat diberikan akses terbatas untuk memasukkan hasil pemeriksaan masing-masing.
Dengan mekanisme tersebut, data yang tersedia diharapkan menjadi lebih objektif dan mencerminkan kondisi pemeriksaan yang sebenarnya.
Data dari Puskesmas yang melakukan pemeriksaan dengan metode tertentu juga diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam sistem. Seluruh informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam melakukan pengawasan dan mengambil keputusan ketika ditemukan persoalan terkait kualitas air minum.
Perizinan dan Pelayanan Diharapkan Lebih Cepat
Digitalisasi data juga dinilai dapat memberikan manfaat dalam proses pelayanan dan perizinan. Ketika hasil pemeriksaan telah tersedia dalam sistem, data tersebut dapat diakses oleh pihak yang memiliki kewenangan tanpa harus mencari kembali dokumen atau hasil pemeriksaan secara manual.
Kondisi ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus mengurangi beban administrasi bagi pengelola depot air minum isi ulang.
Sebelum adanya sistem terintegrasi, masing-masing pihak cenderung memiliki data sendiri. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan informasi dan menyulitkan proses penelusuran ketika data diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Melalui Sipakatau, seluruh data diharapkan dapat terkonsolidasi dalam satu sistem yang lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Bisa Dikembangkan ke Daerah Lain
Peluncuran Sipakatau tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengawasan kualitas air minum di Kota Makassar. Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh yang nantinya bisa diterapkan di daerah lain di wilayah Sulawesi Selatan maupun wilayah regional lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sipakatau dinyatakan dapat digunakan secara bersama sebagai pilot project di Kota Makassar.
Ke depan, keberadaan sistem ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan air minum. Dengan dukungan data yang terintegrasi dan dapat diperbarui, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan kebijakan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Peluncuran Sipakatau pun menjadi salah satu langkah menuju transformasi digital dalam pengawasan kualitas air minum, dengan mengedepankan data yang objektif, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
