UPAYA menurunkan emisi karbon, tidak hanya dengan melakukan penghijauan besar-besaran. Penggunaan energi diesel yang menghasilkan emisi karbon juga harus terus ditekan. Itu yang dilakukan PT Vale Indonesia di Sorowako, hingga diganjar penghargaan PROPER Emas.
TRUK-truk pengangkut material cair menyerupai lahar hilir mudik dari area furnace ke kolam pembuangan slag. Aktivitas membuang material cair sisa pengolahan nikel itu selalu terlihat seperti tak ada habisnya, di Kawasan Industri PT Vale Indonesia di Sorowako.
Ini adalah bagian penting dalam industri pengolahan nikel. Material-material slag itu, yakni bagian bijih nikel yang sudah tidak ekonomis setelah diambil bagian pentingnya, dikeluarkan dengan bantuan tangan-tangan petugas skimming.
Petugas skimming, yang berada di garis depan proses akhir industri nikel, dengan cekatan mengeluarkan slag dari lubang tanur listrik di area peleburan nikel. Menggunakan alat semacam tongkat. Suhu material itu kira-kira 1.400 derajat celsius. Bisa dibayangkan udara panas yang dirasakan petugas skimming, yang cuma berjarak satu dua meter.
“Saluran keluar slag ini harus lancar, kalau mampet produksi bisa terganggu. Ibarat kalau kita makan, harus buang air besar,” ucap salah seorang petugas skimming PT Vale Indonesia, Wahyuddin (46 tahun).
- Siswa SDN 7 Rumbia Dilarikan ke Puskesmas Usai Makan Menu MBG, Diduga Ikan Busuk
- Mendobrak Stigma, PT Vale Sukses Transformasi Kesetaraan Gender di Lingkungan Perusahaan dengan Optimal
- Kisah Ilham di Lokasi TMMD Ke-128 Jeneponto Menggetarkan Hati Danrem 141 Toddopuli
- Sentuhan Tulus TMMD ke-128: Kepedulian Mengalir Hangat ke Warga Jeneponto
- Gakkumhut Sulawesi Serahkan Tersangka Pemilik 24 Ekor Satwa Dilindungi di Manado, Segera Disidangkan
Seperti halnya saluran pencernaan, tidak semua yang mau dikeluarkan itu bentuknya ideal, sehingga gampang keluar.
Slag yang dikeluarkan kadang-kadang terlalu kental. Pada kondisi itu, suhu pembakaran harus dinaikkan, dan bila perlu Wahyuddin menggunakan drill untuk mengencerkan slag tersebut.
Wahyuddin sudah bekerja sekitar 26 tahun di Departemen Proces Plant PT Vale Indonesia. Awalnya tenaga kontrak pada 1997 silam, lalu diangkat jadi pegawai permanen.
Pria Asal Wosuponda itu, dibantu satu operator dan 2 helper yang masing-masing bekerja 8 jam sehari, bisa mengisi hingga 40 pod dengan slag, setiap kali shift. Satu pod yang berbentuk cangkir raksasa dan diangkut oleh truk itu, menampung sedikitnya 22 ton slag. “Dalam satu shift itu biasa sampai 13 unit haul master (truk pengangkut slag) yang beroperasi,” ungkap dia.
Pekerjaan mengeluarkan slag punya risiko yang tinggi. Ada radiasi CO berbahaya jika terhirup dari material tersebut. Karena itu dia bersyukur perusahaan menerapkan SOP terkait safety yang tinggi, termasuk fasilitas alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
