Terkini, Makassar – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menggelar edukasi safety riding bagi masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut berlangsung di Posyandu Dahlia, Kelurahan Kassi-Kassi, Kota Makassar, Kamis (11/6/2026), dan diikuti sekitar 20 warga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya keselamatan berkendara, potensi risiko kecelakaan lalu lintas, serta penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar. Materi disampaikan oleh instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny.
Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti sesi praktik yang dipandu oleh Wanny bersama instruktur safety riding lainnya, Restu Wahdini.
Pada sesi ini, warga diajarkan teknik berboncengan yang aman, mulai dari posisi duduk yang benar, cara naik dan turun dari sepeda motor, hingga menjaga keseimbangan kendaraan selama perjalanan.
- Wabup Gowa Dukung Kolaborasi HNSI Kembangkan Potensi Nelayan dan Wisata untuk Tingkatkan PAD
- Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Keluar dari Krisis Sampah di Forum Nasional UCLG ASPAC
- HUT ke-23, Kalla Translog Perkenalkan Platform AI One Connection untuk Perkuat Layanan Logistik
- Wali Kota Makassar Terbitkan Instruksi Nomor 3 Tahun 2026, Wajibkan Pemilahan Sampah Dimulai dari Sumber
- Bulukumba Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Targetkan Daerah Bebas Pasung dan ODGJ Terlantar
Menariknya, sebagian besar peserta merupakan warga lanjut usia yang dalam aktivitas sehari-hari lebih sering menjadi pembonceng dibandingkan pengendara.
Kondisi tersebut mendorong Asmo Sulsel untuk memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan pembonceng yang kerap dianggap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pengendara.
Menurut Wanny, persepsi tersebut perlu diluruskan karena pembonceng memiliki tingkat risiko yang sama ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Sering kali masyarakat menganggap bahwa yang perlu memahami keselamatan berkendara hanya pengendara saja. Padahal, orang yang dibonceng juga memiliki risiko yang sama ketika terjadi kecelakaan. Karena itu, kami mengedukasi peserta mengenai cara berboncengan yang benar, pentingnya menggunakan helm, serta bagaimana menjaga posisi tubuh agar tidak mengganggu keseimbangan sepeda motor selama perjalanan,” ujar Wanny.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai teknik berboncengan yang benar dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Sementara itu, Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok lanjut usia yang juga merupakan pengguna sepeda motor sebagai pembonceng.
“Kami percaya bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi safety riding harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kami berharap edukasi ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan budaya #Cari_Aman dalam setiap perjalanan,” kata Antofany.
Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Asmo Sulsel berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya keselamatan berkendara dan menerapkan prinsip #Cari_Aman dalam aktivitas sehari-hari.
Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
