Terkini, Bulukumba – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terus memperkuat pelayanan kesehatan jiwa melalui kolaborasi lintas sektor sebagai upaya mewujudkan daerah yang bebas pasung dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Tingkat Kabupaten Bulukumba yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Senin (27/7/2026).
Pertemuan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Bulukumba itu dipimpin langsung Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, serta dihadiri sekitar 75 peserta dari unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, BPJS Kesehatan, RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja, para camat, kepala puskesmas, organisasi sosial, BAZNAS, hingga Relawan Sosial Mandiri.
Dalam arahannya, Andi Edy Manaf menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, penanganan ODGJ tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
- Wali Kota Makassar Terbitkan Instruksi Nomor 3 Tahun 2026, Wajibkan Pemilahan Sampah Dimulai dari Sumber
- Public Exhibition New Honda Vario Evo 160 di Palopo Tutup Roadshow Cafe Asmo Sulsel
- Semarak Anniversary Sawerigading Scooter Club, Honda Hadir Dekatkan Produk dengan Komunitas Palopo
- Dealer Honda Gowata Sakti Motor dan ADV Chapter Gowa Salurkan Al-Qur'an untuk Santri di Kanreapia
- Arus Bongkar Muat Pelabuhan Makassar Meningkat Signifikan di Semester I 2026
“Kesehatan jiwa adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga dunia usaha agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujar Andi Edy Manaf.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di seluruh kecamatan serta menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang mudah diakses, terpadu, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program BULUKUMBA SPOT (Bulukumba Stop Pasung dan ODGJ Terlantar) yang menjadi strategi pemerintah daerah untuk menghapus praktik pemasungan dan mencegah ODGJ hidup terlantar.
Program itu mengedepankan deteksi dini, respons cepat terhadap kasus, pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, rehabilitasi, perlindungan sosial, hingga reintegrasi pasien ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sebagai perangkat daerah yang menjadi leading sector, Dinas Kesehatan Bulukumba akan memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan jiwa melalui penguatan jejaring layanan mulai dari tingkat desa, puskesmas, rumah sakit hingga fasilitas rehabilitasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
