Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar ikut mengomentari soal video viral yang memperlihatkan atribut baliho Front Pembela Islam (FPI) dicopot oleh sejumlah orang berseragam TNI.
Diketahui, media sosial baru-baru ini sedang heboh dengan beredarnya sebuah video yang menunjukkan sejumlah pria berseragam TNI mencopot baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
Video yang beredar pada Kamis 18 November 2020 berdurasi 11 detik tersebut banyak dibagikan di Twitter maupun Instagram.
Dalam video itu, terlihat sejumlah orang diduga kuat prajurit TNI bergerak cepat mencopot sebuah baliho besar bergambar wajah Rizieq Shihab yang terpasang di samping sebuah masjid.
Video itupun ikut dibagikan sejumlah tokoh publik tanah air seperti anak Jenderal TNI Abdullah Mahmud Hendropriyono, Diaz Faisal Malik Hendropriyono dan Permadi Arya alias Abu Janda.
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
Terkait video itu, Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Kamis 19 November 2020, menilai pihak yang memasang baliho Imam Besar FPI Rizieq Shihab tersebut terpengaruh ‘sihir’ Rocky Gerung.
“Mungkin para penyembah baliho itu terpengaruh sihir Rocky Gerung yang bilang, “Kitab itu fiksi !!” cuit Denny Siregar di Twitter miliknya.
“Makanya mereka menganggap bahwa baliho itu wujud agung yang perlu dijadikan sesembahan,” sambungnya.
Sebelumnya, pihak FPI lewat cuitannya di Twitter DPPFPI_ID, Kamis 19 November 2020, angkat bicara terkait video pencopotan baliho organisasinya tersebut.
Dalam cuitannya, FPI meragukan bahwa yang mencopot baliho mereka itu adalah anggota TNI.
“Masa iya TNI kerjanya malem-malem, diem-diem dan buru-buru gitu takut ketauan orang. Ini mau pancing kita buat musuhin TNI,” cuit FPI.
Oleh karenanya, FPI meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan adanya kejadian tersebut.
“Ingat ya, musuh FPI itu ketidak-adilan. Bukan Negara, bukan Polri, bukan TNI atau instansi-instansi lain dalam pemerintahan. Be Smart Netizen,” ujar FPI.
“Kami yakin bukan TNI. Karena kalau mereka TNI, kenapa harus malam dan diam-diam? Jika memang resmi dari TNI, kenapa kesannya ketakutan?” ujarnya lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
