Masuk

Australia Tetapkan Target Vaksinasi 80 Persen Sebelum Buka Lockdown

Komentar

Terkini.id, Sydney – Australia akan membuka kembali perbatasannya dan mengakhiri penguncian wilayah atau lockdown ketika 80 persen populasi penduduknya divaksinasi sepenuhnya. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat 30 Juli 2021 kemarin.

Menurut Morrison, hal itu menggambarkan jalan panjang keluar dari pembatasan akibat virus corona yang disebutnya sebagai ‘Benteng Australia’.

Selama satu setengah tahun setelah Australia mengisolasi negaranya dari dunia yang dilanda pandemi Covid-19, Morrison mengungkapkan serangkaian target yang menurutnya dapat mulai dicapai pada akhir 2021 ini.

Baca Juga: Argentina Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2022 Usai Taklukkan Australia

Seperti diketahui, pada Maret 2020 lalu, Australia mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan hampir seluruhnya menutup perbatasannya bagi pengunjung asing, serta melarang warganya untuk pergi ke luar negeri.

Selama 16 bulan dalam lockdown, saat ini ada sekitar enam juta warga Australia di bawah perintah tinggal di rumah saja, sebagian besar tinggal di Sydney yang dilanda gelombang virus corona hebat. Saat ini, pihak berwenang masih berupaya membawa Australia, khususnya Kota Sydney dalam status ‘Covid Zero’.

Hampir 14 persen dari populasi telah sepenuhnya divaksinasi, kendati vaksinasi ditentang tidak sedikit komunal anti vaksin yang berimbas terhadap kemarahan dan konflik yang meningkat dengan pemerintah.

Baca Juga: Tampil Sangat Baik, Inilah 3 Tim Asia yang Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Mereka, para anti vaksin berharap pemerintah memberikan harapan bagi warga Australia yang lelah terhadap pembatasan untuk kembali ke kehidupan normal. Untuk itu, Morrison sendiri telah menetapkan serangkaian target untuk pelonggaran pembatasan secara bertahap.

Perdana Menteri itu menunjukkan, ketika 70 persen orang dewasa yang memenuhi syarat vaksinasi dengan menerima dua dosis, maka penduduk yang divaksinasi akan memiliki lebih banyak kebebasan dari pembatasan domestik. Hal itu juga dapat dilihat dari sejumlah siswa internasional dan pemegang visa ekonomi akan diizinkan masuk ke negara itu, tentunya setelah divaksin.

“Saya yakin kita bisa sampai di sana pada akhir tahun,” beber Morrison, tanpa menetapkan tanggal target yang pasti, seperti dilansir dari todayonline.com, Sabtu 31 Juli 2021.

Menurutnya pula, ketika 80 persen orang dewasa yang memenuhi syarat telah disuntik vaksin penuh, maka warga Australia yang divaksinasi akan kembali diizinkan untuk bepergian ke negara-negara yang aman di luar negeri.

Baca Juga: Update Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar: Polandia Dampingi Argentina, Prancis disusul Australia

Perbatasan juga akan dibuka kembali untuk warga negara dari negara aman yang telah menerima salah satu vaksin yang disetujui regulator Australia, dan persyaratan karantina hotel dua minggu wajib akan dilonggarkan.

Morrison yang notabene menghadapi pemilihan kembali dalam tahun ini, menghindari menetapkan kerangka waktu untuk target, bersikeras itu akan tergantung pada kapan orang Australia memilih untuk divaksinasi.

“Garis waktu sekarang ada di tangan semua warga Australia,” imbuhnya.

Peluncuran vaksin glasial negara itu, dilaporkan juga menjadi polemik terkait ‘salah langkah’ pemerintah akibat kekurangan akut vaksin Pfizer. Hal itu juga memantik skeptisisme dari warga Australia sendiri tentang keamanan vaksin AstraZeneca.

“Setiap vaksin akan membawa kita lebih dekat untuk mencapai setiap langkah ini,” jelas Morrison.

Ia juga mengimbau, sebagai orang Australia harus mengambil setiap langkah bersama.

“Ini dimulai dengan berjalan di pintu klinik vaksin itu,” tegas Morrison.

Penutupan perbatasan telah mendorong penurunan populasi pertama sejak Perang Dunia Pertama dan puluhan ribu warga Australia telah terdampar di luar negeri.

Sementara itu, ratusan ribu warga Australia tetap terpisah dari keluarga di luar negeri.

Ketika pandemi berlanjut, ada kekhawatiran yang berkembang tentang dampak pembatasan berkepanjangan yang membuat negara itu sebagian besar bebas Covid, dengan Australia mencatat hanya di bawah 34 ribu kasus.

Ada juga kekhawatiran yang berkembang, lockdown yang berkepanjangan di Sydney yang notabene sekarang masuk dalam minggu kelima dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2021, dapat mengirim Australia ke dalam resesi kedua dalam beberapa tahun.

Sebelum wabah virus corona terbaru (varian Delta) melanda Sydney, pemulihan lebih cepat dari yang diharapkan dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) yang melewati tingkat pra pandemi.