Awal Tahun, Hero Supermarket Tutup 26 Toko dan PHK 532 Karyawan

Giant, salah satu gerai Hero Supermarket.(qerja.com)

Terkini.id, Jakarta – Bisnis ritel terus mendapat tekanan di tengah kencangnya persaingan dengan online shopping.

Manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) mengaku bisnis ritel penjualan makanan turun hingga 6 persen.

Akibatnya, perseroan menanggung kerugian hingga Rp163 miliar pada kuartal ketiga tahun ini atawa lebih dari dua kali lipat kerugian kuartal III 2017, yakni Rp79 miliar.

Secara konsolidasi, Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk mengungkapkan, perusahaan masih meraup laba pada kuartal III 2018.

Akan tetapi, bisnis perusahaan bukan semata-mata Hero Supermarket, melainkan juga Giant Ekstra, Giant Ekspres, dan 258 toko Guardian Health & Beauty, serta satu toko IKEA.

“Sebagai langkah untuk memastikan agar PT Hero Supermarket Tbk bisa berlanjut, kami melakukan penutupan 26 toko Hero Supermarket. 532 karyawan yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terkait food business (bisnis makanan),” imbuhnya seperti dilansir CNNIndonesia, Senin 14 Januari 2019.

26 toko yang ditutup adalah gerai-gerai ritel modern yang tercatat tidak menghasilkan keuntungan lagi. Bahkan, ke-26 toko tersebut menyumbang beban operasional yang disebut sangat tinggi.

“Sejak tiga tahun terakhir memang kondisi ritel secara umum dalam tekanan. Kalau tidak melakukan penutupan 26 toko ini, maka beban operasional akan semakin tinggi dan kerugian akan semakin besar,” ujar Tony.

Seperti diketahui, daya beli masyarakat yang lesu disebut-sebut jadi biang keladi banyak toko menutup lapaknya. Pada pertengahan 2017, gerai ritel modern Sevel atau 7-Eleven menutup seluruh operasionalnya. Diikuti oleh Ramayana pada Agustus 2017.

Kemudian, beberapa merek atau label pakaian dan sepatu luar negeri juga hengkang dari Indonesia. Mereka mengakhiri kerja sama distribusi produk lewat perusahaan lokal. Sebut saja, Clarks dan New Look.

Berita Terkait
Komentar
Terkini