Ayahnya Ditangkap, Putra Gus Nur: yang Laporin NU Ya Ada Unsur Politiknya

Gus Nur
Gus Nur. (Foto: Ayosurabaya)

Terkini.id, Jakarta – Sugi Nur Rahardja yang akrab disapa Gus Nur ditangkap Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian terhadap Nadhlatul Ulama atau NU.

Menanggapi penangkapan tersebut, pihak keluarga Gus Nur berharap keadilan bisa ditegakkan.

Hal itu disampaikan putra kedua Gus Nur, Muhammad Munjiat. Ia menuturkan, unsur politis terasa kental dalam penanganan kasus yang menjerat ayahnya itu.

Munjiat pun berharap agar keadilan terkait kasus tersebut bisa ditegakkan. Meskipun menurutnya hal itu sulit akan dilakukan.

“Ke pemerintah, harapan kami tegakkan keadilan. Simpel, tapi susah buat dilakukan mereka semua,” kata Munjiat, Sabtu 24 Oktober 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Menarik untuk Anda:

“Kasus ini yang laporin NU, ya gak bisa dilepas dari politik, ada unsur politiknya. Di balik itu kan ada kritis ke pemerintah juga,” sambungnya.

Penangkapan Gus Nur, kata Munjiat, bukan merupakan kasus pertama. Ayahnya itu sudah ketiga kalinya berurusan dengan hukum setelah dilaporkan oleh NU, Banser, maupun Ansor.

“Ini kan laporan ketiga kalinya oleh NU, Banser, dan Ansor. Di Palu dulu pernah dilaporkan, disidang juga. Di Surabaya, dilaporkan dan disidang juga. Sekarang yang ini,” ujarnya.

Pihak keluarga memandang proses yang begitu cepat untuk pelaporan terhadap Gus Nur sebagai tindakan yang tidak adil.

Sementara, kata Munjiat, ketika Gus Nur melaporkan sebuah kasus, penanganan justru berjalan sebaliknya.

“Dari dulu-dulu, kalau pihak sana yang melaporkan cepat prosesnya. Ibaratnya, bisa diumpamakan besok lapor, besok dipanggil, besok selesai, besok sidang. Saking cepatnya,” ungkap Munjiat.

“Sedangkan kalau Gus Nur laporan, ngetes saja sebenarnya. Itu prosesnya lama satu tahun, sampai satu setengah tahun sampai sekarang juga belum ada proses, lambat. Kalau Gus Nur yang dilaporkan cepat, begitu juga media. Kalau Gus Nur dilaporkan cepat memberitakan, kalau Gus Nur laporan tidak ada media,” lanjutnya.

Adapun jika memang Gur Nur dianggap bersalah, maka keluarga mempersilahkan untuk diproses secara hukum.

Namun, kata Munjiat, jika ayahnya itu tidak melakukan kesalahan maka keluarga meminta agar Gus Nur segera dibebaskan.

“Harapannya kalau memang salah ditangkap gak papa, kalau gak salah dibebaskan. Jangan disalah-salahkan. Sekarang yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan,” ujar putra kedua Gus Nur ini.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Direktur Yayasan PerDIK Nilai TSY Paling Mengerti Kebutuhan Difabel

Update Pasien Meninggal Covid-19: Tambah 109 Orang, Total 16.111

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar