Terkini, Luwu Timur – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Direktorat Pelayanan Perizinan Berusaha Non-Industri memberikan pujian kepada PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) atas konsistensi dalam menerapkan praktik-praktik pertambangan berkelanjutan, atau Good Mining Practices (GMP), selama kunjungan resmi ke Sorowako, Rabu-Jumat (3-5/7/2024).
Kunjungan ini dipimpin oleh Plh Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Non-Industri, Rahardjo Siswohartono didampingi Head of Environment and Permit Management PT Vale, Zainuddin. Rahardjo Siswohartono sangat antusias mengamini kontribusi positif PT Vale terhadap ekonomi dan lingkungan.
Rahardjo mengungkapkan kesan positifnya terhadap PT Vale dalam menjaga prinsip Good Mining Practices (GMP) yang tidak hanya meningkatkan profesionalitas operasional, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi lokal.
“Selama ini kami hanya mendengar tentang reputasi PT Vale sebagai perusahaan tambang yang profesional dan berdampak positif. Namun kunjungan ini mengungkapkan lebih dari ekspektasi kami,” ungkap Rahardjo dengan semangat.
Menurutnya, PT Vale tidak hanya fokus pada kontinuitas produksi, tetapi juga secara aktif menjaga interaksi sosial dengan masyarakat sekitar dan menerapkan praktik-praktik pengelolaan lingkungan yang konsisten, termasuk melalui program reklamasi lahan bekas tambang.
- Setiba dari Jakarta, Bupati Sidrap Langsung Tinjau Banjir Amparita
- Berdiri 20 Tahun di Lahan Fasum, 16 Lapak di Panakkukang Ditertibkan
- Sambut Iduladha, Palapa Sablon Tawarkan Kaos Panitia Qurban Custom
- Kenali Bagian Penting Honda Rebel 1100 agar Tetap Prima di Jalan
- Aki Motor Berperan Vital, Perlu Perawatan Rutin Agar Tetap Optimal
Selama kunjungan, Rahardjo dan timnya mengeksplorasi berbagai fasilitas di area kerja PT Vale, seperti Nursery dan Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea, Solia Mining Area, Arboretum Himalaya, Process Plant, Bendungan dan PLTA Balambano, serta Pelabuhan dan Terminal Khusus Balantang.
“Kami melihat bahwa PT Vale telah mengelola semua ini dengan sangat baik. Perencanaan pertambangan PT Vale memang sudah disusun secara matang, dengan perencanaan pertambangan yang matang untuk mengatasi tantangan teknis dan lingkungan,” tambah Rahardjo.
Rahardjo juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung seperti jalan yang baik di area tambang untuk mendukung produktivitas operasional. Di area Process Plant, dia mencatat perlunya peremajaan mesin sebagai upaya perbaikan.
Selain itu, kontribusi PT Vale dalam sektor ketenagalistrikan juga mendapat apresiasi dari Rahardjo, yang mencatat bahwa tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Vale tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik aktivitas tambang tetapi juga masyarakat sekitar.
“Listrik merupakan kebutuhan mendasar, dan kami mengharapkan PT Vale terus meningkatkan kapasitasnya memberikan dampak positif yang lebih besar pada masyarakat masyarakat,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
