Bagikan Pengalaman Terjerat Narkoba, Rahmat Taqwa: Tidak Semua Penderita Itu Sampah

Bagikan Pengalaman Terjerat Narkoba, Rahmat Taqwa: Tidak Semua Penderita Itu Sampah

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy, terus aktif melakukan aksi berantas narkoba. 

Menurut Anggota DPRD Komisi A Pemkot Makassar itu, mencegah narkoba merupakan tanggung jawab semua masyarakat. Karena lingkungan sekitar dan kehidupan keluarga paling menentukan pecandu narkoba bisa benar benar sembuh.

Hal itu disampaikan Rahmat Taqwa dalam sosialisasi Kelurahan Bersinar atau ‘Bersih Narkoba’ yang digelar di Kantor Lurah Jongaya, Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Kamis 29 Juli 2021.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, Sekretaris Kesbangpol Makassar Khairuddin serta pejabat Kecamatan dan Kelurahan.

Rahmat Taqwa menceritakan dirinya yang pernah terjerat narkoba dan harus menjalani rehabilitasi di BNNP Sulsel. 

Baca Juga

Saat direhab, Rahmat Taqwa menyadari bahwa jumlah pecandu yang harus ditangani karena narkoba di Makassar cukup besar. Selain itu, pecandu narkoba masih banyak yang menganggap dirinya pelaku kriminal sehingga tak mau melapor dan direhabilitasi.

“Ternyata saya bisa berhenti (tidak kecanduan), setelah direhab di BNN Baddoka,” ungkap Rahmat Taqwa.

Dia pun mengungkapkan, para orang tua yang anaknya telah menjadi pecandu narkoba, sebaiknya melaporkan ke RW setempat untuk direhabilitasi.

“Pecandu narkoba tidak dikenai pidana, kecuali kalau terlibat dalam mengedarkan (narkoba),” ujar dia.

Karena itu, dia pun aktif terlibat dalam mengajak masyarakat memerangi narkoba. “Kalau mau acuh tak acuh, saya diam saja di rumah. Tapi ini tanggungjawab saya.

BNN dihadirkan pemerintah pusat untuk rehabilitasi, untuk masa depan anak anak bangsa. Karena tidak semua penderita itu adalah sampah,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan, orang tua harus melihat anak pecandu sebagai korban yang harus dibantu, diberi dukungan untuk sembuh. Jika tanpa bantuan lingkungan dan orang orang sekitar, anak anak yang sudah direhabilitasi bisa saja kembali memakai narkoba.

Sementara itu, Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya menyampaikan apresiasinya untuk Rahmat Taqwa yang merupakan ‘anak didik’ BNNP karena ikut terlibat membantu memerangi narkoba.

Ghiri mengungkapkan, sepanjang tahun ini BNNP mencatat telah mengamankan kurang lebih 130 kilogram sabu sabu. Jika dirupiahkan, harga satu gram sabu sabu saat ini mencapai Rp1,9 juta.

“Satu gram itu bisa digunakan sampai 5 orang, kalau 130 ribu gram (130 kilogram), bisa 500 ribu kali dipakai,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.