Terkini.id, Jakarta – Menko Polhukam, Mahfud MD bahas aliran, dirinya menyebut wahabi dan salafi tidak cocok di Indonesia.
Sebagaimana diketahui bahwa paham atau aliran agama Islam di Indonesia beragam, di antaranya Wahabi dan Salafi. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut keduanya tak cocok di Indonesia.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam seminar yang disiarkan akun YouTube Muhammadiyah, dilansir pada Jum’at, 22 April 2022.
“Wahabi dan Salafi enggak cocok di kita (Indonesia),” kata Mahfud MD
Mahfud MD mengatakan tidak ada larangan atas kedua paham tersebut. Namun menurutnya, kedua paham itu tidak cocok dengan kultur masyarakat Indonesia.
- Menko Polhukam Pimpin Rapat Terkait Penampungan Warga Rohingya
- Soal Habib Bahar Ditembak, Menko Polhukam Mahfud MD Buka Suara
- Mahfud MD Tanggapi Isu yang Sebut Dirinya Jadi Cawapres Dampingi Prabowo
- Ini Penjelasan PPATK Soal Transaksi Janggal Rp300 Triliun di Kemenkeu
- Heboh, Mahfud MD ungkap Transaksi Mencurigakan 300 Triliun di Kemenkeu
Mahfud MD berpendapat bahwa budaya kita yang beragam tidak cocok dengan aliran-aliran yang baku, termasuk wahabi dan salafi. Sebagaimana diketahui bahwa itu pastk berbenturan dengan budaya.
“Gak cocok di kita, apakah boleh? Boleh di sana. Karena hukum itu sesuai dengan kebutuhan waktu, lokal, dan tempatnya,” ujar Mahfud MD melanjutkan.
Menurut Mahfud MD, kedua aliran itu boleh dan cocok diterapkan di wilayah masing-masing, misalnya aliran wahabi di Arab Aaudi.
Mahfud tidak memerinci alasan kenapa dia menyebut dua paham itu tidak cocok berada di Indonesia. Mahfud mempersilakan pihak yang tidak senang dengan pernyataan itu untuk menyampaikan kritik kepadanya.
“Kalau saya, mau kritik atau apa, silakan, itu senang,” ujar Mahfud MD menandaskan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
