Baju Batik Kemanag Soppeng jadi Sorotan, ini kata Pakar Sastra Budaya Bugis Unhas

Baju Batik Kemanag Soppeng jadi Sorotan, ini kata Pakar Sastra Budaya Bugis Unhas

FH
HZ
Farel Haeril
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

“Jadi saya melihat bahwa penulisannya itu berbentuk ada dua jenis huruf, huruf So dan Pe (dalam tulisan lontara), itu tidak ditulis serangkai, tertulis terpisah jauh dan juga tidak linier atau tidak sejajar, ada di atas dan ada dibawa mengikuti garis kemiringan,kalau dalam kaidah pembaca lontara dengan penulisan dua kata terpisah itu kata So ada diatas di bawa itu adalah pe,seandainya ditulis serangkai maka bacaan yang akan muncul itu ada 2 sope sendiri yang kedua adalah soppeng,”

Lanjut, pada penulisan huruf tersebut juga tidak serangkai dan terpisah, kemungkinan masyarakat yang akan membacanya bisa menyalah artikan kata sope tersebut.

“Tetapi karena dua huruf tidak serangkai dan terpisah dengan jauh kemungkinan orang beridentifikasi hanya bunyi per suku kata jadi So dan Pe jika kita membacanya dari atas kebawa, tetapi ada hal yang lain di muncul buka cuma sope atau sope-sope atau robek-robek dalam arti nya,Jika membaca dari bawah ke atas itu kita akan baca peso-peso itu kalau kita baca dari kiri kekanan atas maka peso bisa diartikan lumpuh, desain itu memang resisten terhadap penciptaan kesalahan pembacaan”

Terkait dengan desain juga ia mengharapkan agar tersebut harus pihaknya Kemenag harusnya mengkonsultasikan kepada pakar budaya dan bahasa bugis.

“Dia sudah konsultasikanterkait hal tersebut, tapikan dia konsultasikan kepada siapa, harus di konsultasikan ke pakar budaya dan pakar bahasa bugis.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.