Terkini, Maros — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menggelar Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan riset dan inovasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (29/4/2026) di kawasan SHIAM.
Forum ini mengusung konsep penta helix yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas dalam satu ruang diskusi strategis.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem inovasi di Sulawesi Selatan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menegaskan bahwa forum ini menjadi bagian dari transformasi fungsi bandara yang tidak lagi terbatas sebagai simpul transportasi udara.
“Ini merupakan langkah nyata kami bahwa bandara hadir tidak hanya sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem. Kolaborasi menjadi kunci, dan konsep penta helix tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah, akademisi, dan komunitas,” ujarnya.
- A'bulosibatang Dalam Irama, TP PKK Berbagi Kebahagiaan Meriahkan HUT Jeneponto Ke-163
- Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Turut Dihadiri Ketua DPRD
- Perkuat Kebersamaan Karyawan, Vasaka Hotel Makassar Gelar GSM Bertema Arabian
- Walikota Munafri Lepas JCH Makassar 2026, Tegaskan Haji Bukan Tamasya
- Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat SDM Vokasi Otomotif
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Kabupaten Maros menjadi faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, mengapresiasi inisiatif yang dihadirkan oleh pihak bandara dalam membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
“Kehadiran ruang seperti ini memungkinkan berbagai potensi di Sulawesi Selatan dikembangkan melalui kolaborasi yang positif, termasuk pemanfaatan bandara sebagai wadah kegiatan produktif,” ungkapnya.
Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dalam menghadirkan ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Komite Saintifik kegiatan, Prof. Ismail Suardi Wekke, menekankan pentingnya ruang kolaboratif dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan.
“Penyelenggaraan forum di bandara menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem riset yang lebih terbuka dan kolaboratif,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber internasional, di antaranya Prof. Dr. Peter dari Tohoku University Jepang, Dr. Ruslan dan Prof. Noorzalita dari Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Prof. Ismail dari IAI Rawa Opa Konawe Selatan.
Para narasumber menyoroti pentingnya penguatan identitas bandara sebagai bagian dari daya saing global, serta pengembangan aspek people dan process dalam meningkatkan kualitas layanan dan inovasi.
Melalui forum ini, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kolaboratif yang memberikan nilai tambah, baik dalam peningkatan pelayanan maupun penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
