Terkini.id, Makassar – Sebanyak tujuh anggota Serikat Pekerja Cleaning Service Sultan Hasanuddin Internasional Airport Makassar mengadu ke Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Makassar.
Pekerja Landside landscape yang bertugas dalam kebersihan parkiran bandara Sultan Hasanuddin Makassar ini mengeluhkan upah yang tak layak yang diterima yakni Rp500 ribu per bulan.
“Kami bertujuh ini sejak pandemi Covid 19 mengalami pengurangan gaji yang sungguh miris dari sesuai UMP menjadi 500 ribu per bulan saja,” tutur Amiruddin saat mengeluh ke Muhammad Sirul Haq Direktur LKBH Makassar.
Menurutnya, saat ini, kondisi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sudah berjalan normal. Pasalnya, penerbangan sudah tidak dibatasi lagi.
“Harusnya nasib kami ini juga dikembalikan normal, bukan 5 hari kerja saja setiap bulannya,” ungkapnya.
Direktur LKBH Makassar Muhammad Sirul Haq mengatakan pegawai cleaning service tersebut bekerja di bawah naungan PT Angkasa Pura Support (APS) yang merupakan anak perusahaan PT Angkasa Pura 1 (AP1).
“Kami sudah menerima keluhan pekerja dan siap mendampingi mereka untuk tahap awal mengajukan biparti ke PT APS dan PT AP1 langsung,” ujar Muhammad Sirul Haq.
Ia mengatakan bakal melayangkan surat tertulis Bipartit dengan meminta perusahaan tersebut membayarkan hak pekerja sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, General Manager Angkasa Pura I Sultan Hasanuddin Wahyudi belum merespons pertanyaan dari Terkini. Begitu pun dari Staf Humas Bandara Internasional Hasanuddin, Frida.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
