Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Yusuf Muhammad mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan kasus Covid-19 di Jakarta.
Yusuf awalnya memberikan informasi mengenai selebriti papan atas Agnez Mo yang mendirikan klinik vaksin gratis.
Informasi tersebut ia bagikan melalui video yang diunggah oleh YouTube Channel 2045 TV.
Dalam video tersebut, Yusuf mengapresiasi niatan kemanusiaan Agnez Mo dalam membantu penanganan Covid-19.
Yusuf kemudian mengatakan bahwa untuk melakukan vaksin mandiri, pemerintah telah menetapkan harga Rp321,660 per dosis.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
- Cek Fakta: Benarkah Relawan Anies Baswedan Temukan Kotak Suara Tak Tersegel di Kota Makassar?
Menurut hitung-hitungan Yusuf, total keseluruhan pengeluaran vaksinasi mandiri untuk dua kali suntik mencapai Rp 900ribu.
“Jadi dari sini jelas bahwa kepedulian seorang Agnez Mo terhadap aksi kemanusiaan ini telah teruji,” ujar Yusuf Muhammad, dikutip terkini.id dari 2045 TV, Minggu 20 Juni 2021.
Yusuf kemudian membandingkan langkah Agnez Mo ini dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Nah pertanyaannya, bagaimana kemudian dengan Gubernur DKI? Apa saja yang sudah dilakukan Anies Baswedan untuk masalah penanganan Covid di DKI ini?” lanjutnya.
Seperti yang diketahui, kata Yusuf Muhammad, DKI mengalami penaikan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi.
Bahkan, Yusuf kemudian membeberkan bahwa ada sekitar kenaikan kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 4 ribu kasus per hari.
“Anies diketahui malah sibuk melakukan manuver politik untuk persiapan 2024 nanti,” tutur Yusuf.
“Sudah tahu kasus Covid makin tinggi, malah sibuk keluyuran ke Sumedang Jawa Barat untuk panen padi,” lanjutnya.
Ia pun kemudian mempertanyakan langkah konkrit apa yang telah dilakukan Anies untuk menangani kasus Covid-19 di Jakarta yang disebutnya sebagai gelombang kedua pandemi.
“Menurut saya belum ada sama sekali, atau mungkin Anies ini masih juga sibuk dengan urusan Pilpres,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
