Terkini.id, Jakarta – Komisari Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto alias Kang Dede melontarkan sindiran kepada Komisaris Ancol, Geisz Chalifah.
Kang Dede mengatakan bahwa Geisz Chalifah sengaja diperlihara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk “menyalak”.
“Dia Geisz Chalifah ini sengaja dipelihara Anies Baswedan untuk menyalak,” kata Kang Dede melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 30 April 2022.
Bersama pernyataannya, Kang Dede membagikan cuitan yang melampirkan cuitan Geisz Chalifah.
Dalam cuitannya, Geisz Chalifah menanggapi Guru Besar Universitas Airlangga, Profesor Henri Subiakto yang menyebut Anies Baswedan menjadi simbol perjuangan politik agama.
- Ada Tudingan Politisasi Stadion JIS, Erick Thohir: Justru Kebalik
- Geisz Chalifah Tantang PDIP Buktikan Politik Identitas Anies Baswedan
- Bela Anies Baswedan, Geisz Chalifah: Jokowi Memberi KTP di Kampung Itu
- Mantan Gubernur DKI Jakarta Ditunjuk Sebagai Komisaris Ancol yang Baru
- Geisz Chalifah: Prestasi Anies Ada di Hati Warganya Bukan di Mulutnya Hasto
Melalui akun Twitter pribadinya, Geisz Chalifah bereaksi keras dan menyebut Henri Subiato sebagai “Profesor Tolol”.
“Profesor Tolol,” kata Geisz Chalifah pada Rabu, 27 April 2022.
Geisz Chalifah menyinggung bahwa pihak yang memulai politik identitas adalah pihak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saingan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta.
“Siapa yang memulai Politik Identitas? Tahun 2015 akhir dan di 2016 awal mereka Teman Ahok mengatakan: LEBIH BAIK KAFIR TAPI TIDAK KORUPTOR DARI PADA MUSLIM TAPI KORUPTOR,” kata Geisz Chalifah.
“Pada saat itu Anies masih jadi Menteri. TOLOLLLL LUHH!!!” tambahnya.
Adapun pernyataan Profesor Henri Subiakto soal Anies Baswedan menjadi simbol perjuangan politik agama disampaikan melalui akun Twitter resminya.
Dalam cuitan itu, Henri Subiakto awalnya mengatakan bahwa Anies Baswedan aslinya adalah nasionalis.
Namun, menurutnya, Anies Baswedan menerima saat didukung dan digandeng para penunggang agama karena ingin berkuasa.
“Anis dulu memang pendukung Jokowi. Anis itu aslinya nasionalis yang menghormati tenun kebangsaan,” kata Prof Henri melalui akun Twitter resminya pada Selasa, 26 April 2022.
“Tapi karena ingin berkuasa, diapun menerima saat didukung dan digandeng para penunggang agama,” sambungnya.
Prof Henri menilai bahwa karena hal inilah, Anies menjadi identik dan sulit dilepaskan dari kelompok penunggang agama ini.
“Bahkan jadi simbol perjuangan politik agama,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
