Makassar Terkini
Masuk

Bandingkan dengan Orang Tionghoa, Abu Janda Sindir ‘Bandit Yaman’: Prestasinya Cuma Sebatas Jadi Preman Bergamis Bersorban Aja

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda membandingkan antara orang Tionghoa dengan “bandit Yaman”.

Ia menyindir bahwa prestasi “bandit Yaman” hanya sebatas menjadi preman yang bergamis dan bersorban.

Abu Janda mengatakan ini saat merespons soal massa yang datang mendampingi Bahar bin Smith saat diperiksa terkait dugaan ujaran kebencian di Polda Jabar.

Ia membandingkan hal ini dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dulu datang sendiri saat diperiksa atas kasus penistaan agama.

“Beda yah sama pak Ahok dulu.. diperiksa polisi gentle dateng sendiri hadapi sendiri.. bandit-bandit yaman ini ayam sayur ketakutan kerahin massa,” kata Abu Janda di akun Instagram resminya pada Senin, 3 Januari 2021.

“Makanya orang Tionghoa rata-rata maju ekonominya, karena nyalinya besar-besar kayak pak Ahok. Bandit yaman prestasinya cuma sebatas jadi preman bergamis bersorban aja,” sambungnya.

Dalam unggahannya itu, Abu Janda menampilkan tangkapan layar berita “Ke Polda Jabar, Bahar bin Smith Datang Besama Bahar”.

Dilansir dari CNN Indonesia, Pendukung Bahar bin Smith memenuhi kawasan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin, 3 Januari 2022.

Para pendukung pemilik Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin tersebut datang untuk mengawal pemeriksaan penyidik Polda Jabar.

Dari pantauan, ratusan pendukung terlihat mendatangi kawasan Mapolda Jabar sejak pukul 11.00 WIB dan terpusat di pintu masuk mapolda.

Mereka membawa beberapa poster berisikan poster berisi pesan “Indonesia Damai Tanpa Intimidasi” dan “Ulama Itu Bukan Musuhmu”.

Menurut salah satu pendukung Bahar bin Smith, aksi ke Mapolda Jabar ini dilakukan dalam rangka memberi dukungan penuh terhadap ulama.

“Saat ini telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama kita Habib Bahar bin Smith. Mohon doanya semoga beliau dilancarkan dan bisa bergabung dengan umat. Semoga orang-orang yang menzalimi ulama dan menistakan ulama cepat hancur,” kata pendukung tersebut.