Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menanggapi terkait Abu Janda yang dikabarkan telah berdamai dengan Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.
Lewat tayangan videonya di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Selasa 9 Februari 2021, Rocky menilai perdamaian Abu Janda dan Natalius hanyalah perdamaian semu.
Pasalnya, Rocky curiga perdamaian mereka itu adalah manuver agenda kekuasaan melalui aparat intelijen.
Rocky Gerung pun berpendapat bahwa yang seharusnya didamaikan bukanlah Abu Janda dan Natalius, melainkan Jokowi dan Habib Rizieq Shihab.
Menurutnya, Abu Janda dan Natalius Pigai tidak boleh didamaikan hanya dengan diplomasi di meja makan lantaran perseteruan mereka terkait Hak Asasi Manusia (HAM).
- Direktur Al Hajj Travel Harap Rakernas II ASITA Lahirkan Strategi Baru Pariwisata
- Transparan, Dinkes Jeneponto Ungkap Temuan Bakteri dan Histamin Penyebab 29 Anak Sakit Usai Makan MBG
- Dukung Pendidikan, Pegadaian Salurkan Beasiswa bagi Puluhan Siswa Berprestasi di Maros
- Polbangtan Kementan Bongkar Strategi Publikasi Internasional untuk Percepat Karier Dosen
- Kampus-kampus Garap Dapur MBG Demi Pemasukan, Segini Keuntungan yang Diraup Unhas dari Dapur MBG
Konflik HAM, kata Rocky, tidak bisa didamaikan hanya dengan sekedar diplomasi di meja karena hal tersebut menyangkut prinsip asasi manusia.
Sementara konflik Jokowi dan Habib Rizieq Shihab bisa didamaikan karena perseteruan mereka terkait masalah politik.
“Pigai dan Abu Janda bermusuhan itu kan soal HAM, nggak boleh diselesaikan di meja makan, kalau (masalah) politik boleh (didamaikan). Mestinya yang dipertemukan partai pendukung pemerintah itu Habib Rizieq Shihab dan Jokowi, itu mesti didamaikan. Sebab itu musuh politik. HAM itu nggak boleh,” ungkap Rocky Gerung.
Mengutip Hops.id, Rocky dalam tayangan videonya itu juga menjelaskan terkait sejarah panjang HAM. Menurutnya, peradaban dalam menghargai ras dan identitas asasi manusia itu tak bisa didamaikan begitu saja.
Perdamaian, kata Rocky Gerung, mesti dicatat dan harus ada bukti tandanya. Ia pun memberi contoh perdamaian yang dilakukan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dalam masalah dalam negeri mereka.
“Nelson mengambil inisiatif perdamaian dan perubahan karena pengertian masing-masing pihak. Nah ini kan usulan sekedar politisi untuk berdamai, artinya tak diingat sebagai sebuah perdamaian. Apalagi ini politisi pihak pemerintah lagi. Perdamaian itu dimediasi pihak ketiga, nah Dasco itu kan Gerindra, pimpinan DPR dan parpol pendukung Jokowi.Jadi ini tanda besar bagi publik,” ujar Rocky.
Selain itu, Rocky Gerung juga menilai politikus Gerindra Sufmi Dasco seharusnya mempertemukan Jokowi dengan Habib Rizieq usai mempertemukan Abu Janda dan Natalius Pigai agar Dasco tak dinilai tengah bermanuver terkait agenda kekuasaan.
“Ini pasti agenda kekuasaan melalui aparat intelijen. Jadi ada anggapan Pigai nanti berbahaya kalau tidak dirangkul dan Abu Janda terancam,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
