Terkini.id, Makassar – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat-Bank Sulselbar (BPD Sulselbar) sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan PT. Raihan Perdana Abadi untuk membuka jalan baru untuk UMKM Indonesia Menuju Pasar Internasional.
Bank Sulselbar, dalam langkah strategisnya, telah memulai penjajakan kerjasama dengan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan PT. Raihan Perdana Abadi.
Pertemuan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Raihan Perdana Abadi yang juga merupakan Ketua GPEI Sulselbar Arief R Pabettingi bersama dengan Pemimpin Dept Corporate Banking and E-Business Bank Sulselbar, Ria Andriany R.A , Pemimpin Dept Korporasi dan Sindikasi Bank Sulselbar Jiwa Eka, Pemimpin Dept Trade Finance and Remittance Bank Sulselbar, Rezeki Muchtar, serta beberapa pegawai Bank Sulselbar lainnya.
Direktur utama di PT Raihan Perdana Abadi, Arief R Pabettingi menjelaskan, bahwa PT Raihan Perdana Abadi, sebagai bagian dari kerja sama ini, akan berperan sebagai mitra logistik utama.
“Perusahaan ini akan menangani proses pengiriman produk UMKM Sulsel ke Hongkong,” ucapnya.
- Bank Sulselbar Sabet TOP Digital PR Award 2026, Bukti Komunikasi Digital Makin Solid
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM
- Bank Sulselbar dan Pemkot Makassar Kolaborasi Perluas Pembiayaan UMKM
- Bank Sulselbar Pertahankan Peringkat idA+ dari PEFINDO, Outlook Tetap Stabil
Ia juga menyampaikan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dalam menjangkau pasar global, khususnya di Hongkong.
“Inti dari kerjasama ini terletak pada penyediaan layanan keuangan yang memadai dari Bank Sulselbar kepada anggota UMKM GPEI,”imbuhnya.
Layanan ini kata dia akan membantu UMKM untuk memperluas jangkauan mereka dan memudahkan proses ekspor barang.
“Dengan bantuan finansial dan layanan perbankan yang lengkap, menjadikan UMKM dapat menjangkau market ekspor dengan terjangkau dan proses yang lebih efisien, sehingga diharapkan UMKM dapat meningkatkan volume ekspor mereka,”bebernya.
Adapun layanan keuangan yang ditawarkan adalah layanan giro valas yang ditawarkan Divisi Dana dan Jasa (DJS) sebagai rekening penerimaan ekspor, layanan trade finance dan remittance yang ditawarkan Divisi International Banking (DIB) sebagai layanan yang fasilitas transaksi ekspor, dan pembiayaan kepada pengusaha ekspor yang ditawarkan oleh Divisi Korporasi dan Komersial (DKK)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
