Terkini.id, Jakarta – Korea Selatan (Korsel) memprioritaskan Indonesia sebagai negara tujuan ekspor barang-barang kebutuhan untuk menghadapi pandemi virus corona COVID-19.
Korsel disebut sebagai salah satu produsen dari barang-barang penanggulangan pandemi COVID-19 seperti alat tes hingga alat pelindung diri (APD) yang makin langka.
Korsel menempatkan tiga negara sebagai tujuan prioritas ekspor mereka, yaitu Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia.
Sebanyak 117 negara sejauh ini berupaya mengimpor test kit COVID-19 dan barang-barang lainnya atau menerimanya sebagai bantuan kemanusiaan dari Korsel, baik melalui saluran pemerintah atau lewat jalur swasta.
“Negara yang kami prioritaskan adalah AS, karena telah ada lonjakan infeksi baru di sana, dan Presiden Donald Trump juga telah membuat permintaan sendiri kepada kami, sementara AS belum melarang masuknya warga kami, dan telah mencapai kesepakatan pertukaran mata uang dengan Korea Selatan,” kata Pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel pada Jumat 27 Maret 2020 seperti dilansir dari The Korea Herald.
- Kadis Perkimtan Gowa Pakai Rompi Orange Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
UEA juga masuk daftar prioritas, menurut pejabat tersebut, karena telah mempertahankan kerja sama di berbagai sektor.
Negara lain yang juga jadi prioritas adalah Indonesia, yang dianggap sebagai rekan kunci untuk meningkatkan kerja sama Kebijakan Selatan Baru Seoul (Seoul’s New Southern Policy) bersama dengan 10 anggota PBB Asia Tenggara.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel memastikan ekspor akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan pasokan di dalam negeri. Dia menyebutkan prinsip utamanya adalah keputusan apapun tentang ekspor dilakukan hanya setelah ada jaminan bahwa ekspor tidak akan menyebabkan kekurangan di dalam negeri.
“Kami telah membentuk tim. Kami berpikir bahwa dukungan itu tidak hanya kepentingan soal diplomatik tetapi juga kepentingan ekonomi praktis, dan memaksimalkan kekuatan kami sebagai negara maju dalam hal keahlian karantina,” katanya.
Dari 117 negara, ada 31 negara yang disebut telah menghubungi Korsel menyatakan diri ingin mengimpor produk tersebut. Sementara itu, ada 30 negara yang meminta produk tersebut sebagai bantuan kemanusiaan.
Tak berhenti di sana, 20 negara berharap dapat mengimpor produk-produk tersebut dan menerimanya sebagai bantuan kemanusiaan. Sementara 36 negara lain berupaya mencari barang-barang tersebut melalui kerja sama sektor sipil.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
