Terkini.id, Seoul – Kontroversi Negeri Kpop di Olimpiade Tokyo 2021: hina Indonesia, tuduh atlet Iran teroris. Korea Selatan alias Korsel atau lebih sering disebut ‘Korea’ saja, kembali menjadi perbincangan panas para netizen di Indonesia pada Minggu 1 Agustus 2021 kemarin.
Pasalnya, di media sosial Twitter, netizen ramai mengkritik, bahkan menghujat Negeri Kpop itu lantaran ulah mereka yang dinilai banyak menuai serangkaian kontroversi.
Tak urung, tagar #SouthKoreaRacist dan ‘Jepang Barat’, yang merupakan olok-olok untuk Korea Selatan, masih menjadi trending topic di Twitter sampai berita ini ditulis.
Korea Selatan kembali ramai diperbincangkan netizen karena dinilai telah berkali-kali menyinggung negara lain, baik melalui pernyataan atletnya maupun medianya.
Berikut adalah deretan ulah kontroversial Korea Selatan selama Olimpiade Tokyo 2021 yang memancing kegeraman netizen, seperti dilansir dari pikiran-rakyatcom, Senin 2 Agustus 2021.
- Benny Rhamdani Minta Sri Mulyani Tak Menunggu Aturan Relaksasi Pajak untuk Mengeluarkan 120 Barang PMI
- Pecah Rekor, 13 Ribu Orang Pekerja Migran Indonesia Berangkat ke Korea Selatan
- Benny Rhamdani Ungkap Korsel Hentikan Penerimaan Pekerja Migran Indonesia Sektor Perikanan
- Benny Rhamdani Usulkan Penambahan Lokasi Ujian dan Kuota Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Korsel
- BP2MI Upayakan Kenaikan Gaji PMI di Korea Selatan
TV Korea Selatan Dianggap Telah Lecehkan Indonesia
Stasiun televisi asal Korea Selatan, MBC, dinilai telah melecehkan atau menghina Indonesia dalam acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 (2021).
MBC dinilai tidak memperkenalkan beberapa negara peserta terkait reputasinya di ajang Olimpiade, termasuk saat memperkenalkan Indonesia.
MBC justru memperkenalkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia namun dengan produk domestik bruto (PDB) dan tingkat vaksinasi yang rendah.
Seorang netizen dengan nama akun @lovemazehobi menerjemahkan perkenalan MBC untuk Indonesia dari bahasa Korea ke dalam bahasa Inggris.
“Sedikit informasi mengenai Indonesia. Negara kepulauan terbesar di dunia. Negara dengan penduduk terpada di dunia pada urutan keempat, memiliki GDP (PDB) rendah, vaksin rendah, dan enam persen penduduknya terinfeksi Covid-19,” papar MBC sebagaimana diterjemahkan @lovemazehobi.
Hal inilah yang memicu kegeraman netizen asal Indonesia lantarn menganggap MBC telah melecehkan Indonesia.
Selain Indonesia, Haiti, Suriah, hingga Kepulauan Marshall juga tidak luput dari sasaran ‘serangan’ MBC.
Setelah ramai diperbincangkan, MBC akhirnya meminta maaf jika cara mereka membawakan acara mereka banyak menyinggung negara lain.
Tuduh Atlet Iran Teroris
Jin Jong Ah, atlet tembak jitu asal Korea Selatan, merasa keberatan ketika Javad Foroughi, petembak jitu asal Iran, berhasil merebut medali emas.
Jin Jong Ah keberatan karena Javad Foroughi dikabarkan masuk ke dalam keanggotaan milisi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Organisasi ini juga ditunjuk sebagai teroris oleh Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu.
Karena alasan itu, atlet Korea Selatan peraih enam medali emas itu akhirnya melapor kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC).
“Bagaimana teroris bisa meraih juara pertama pada olimpiade itu? Itu hal yang konyol,” ungkap Jin Jong Ah kepada media setibanya di Bandara internasional Incheon, dikutip dari Korea Times.
Di sisi lain, organisasi atletik hak asasi manusia Iran, United for Navid, mengeluarkan pernyataan menyusul kemenangan Foroughi.
“Kami menganggap pemberian medali emas Olimpiade kepada petembak jitu Iran Javad Foroughi tidak hanya menjadi bencana bagi olahraga Iran, tetapi juga bagi masyarakat internasional dan terutama reputasi IOC. Foroughi yang berusia 41 tahun adalah anggota lama dan sekarang dari IOC. Sebuah organisasi teroris,” imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
