Terkini.id, Jakarta – Taliban menyampaikan peringatan kepada Pemerintah Amerika Serikat jika proses penarikan pasukan dan evakuasi lewat dari tanggal kesepakatan, yakni 31 Agustus.
Melansir dari Sky News via AFP, juru bicara Taliban Suhail Shaheen menegaskan permintaan tambahan waktu penarikan sama saja dengan perpanjangan pendudukan di Afghanistan.
“Jika AS atau Inggris ingin mendapatkan tambahan untuk melanjutkan evakuasi, jawabannya tidak. Tentu akan ada sejumlah konsekuensinya,” ucap Shaheen.
Presiden AS Joe Biden dan sejumlah negara sekutu AS sebelumnya mengharapkan perpanjangan waktu untuk proses evakuasi para warga dari Afghanistan.
Sebelumnya disepakati bahwa penarikan sepenuhnya pasukan AS dan sipil dari negara itu paling lambat pada 31 Agustus.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Namun, Biden khawatir waktu itu tidak cukup lantaran ribuan orang yang ingin keluar dari negara tersebut.
AS dan negara-negara sekutunya yang tergabung dalam G7 berencana melakukan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut.
“Tujuannya adalah mengevakuasi orang-orang sebanyak mungkin,” ujar juru bicara Pentagon, John Kirby, kepada AFP.
“Fokusnya saat ini adalah berusaha yang terbaik (untuk mengevakuasi semuanya) pada akhir bulan ini,” Kirby menambahkan.
Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan sebelumnya mengatakan bahwa Gedung Putih sebenarnya bisa mengevakuasi semua warga AS sesuai deadline. Persoalannya adalah pihaknya juga harus mengevakuasi mayoritas warga negara Afghanistan yang juga ingin meninggalkan negara mereka.
Proses evakuasi di Bandara Kabul juga sempat mengalami kekacauan sehingga menyebabkan delapan orang meninggal.
Taliban sendiri dalam konferensi pers setelah menguasai Afghanistan, berjanji akan membangun pemerintahan yang lebih inklusif dan modern.
Meski demikian, banyak pihak yang meragukan janji-janji tersebut lantaran interpretasi mereka terhadap ajaran islam yang masih sangat kaku.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
