Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan

Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Antonio Guterres selaku Sekretariat Jenderal PBB (Sekjen PBB) mengaku kaget dan khawatir terhadap nasib wanita Afghanistan setelah Taliban mengumumkan semua wanita Afghanistan harus menggunakan burqa ketika melakukan aktivitas di tempat umum.

Dilansir dari pikiranrakyat.com, Minggu 8 Mei 2022, bahwa Antonio Guterres meminta agar pihak Taliban memenuhi janjinya tentang menghormati hak wanita Afghanistan.

“Saya sekali lagi mendesak Taliban untuk menepati janji mereka kepada perempuan dan anak perempuan Afghanistan, dan kewajiban mereka di bawah hukum hak asasi manusia internasional,” kata Guterres melalui akun Twitter pribadinya, dikutip dari pikiranrakyat.com, Minggu 8 Mei 2022.

Diketahui sebelumnya bahwa Pemerintah Taliban resmi telah mengeluarkan aturan mengenai keharusan wanita Afghanistan memakai burqa.

Sebagai informasi, burqa adalah pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh seseorang, baik dari kepala hingga kaki. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh perempuan Muslim di Afghanistan, Pakistan, dan India Utara.

Baca Juga

“Kami ingin saudara perempuan kami hidup dengan bermartabat dan aman,” ucap Khalid Hanafi, seorang pejabat menteri di Kementerian Kebajikan Taliban, dikutip dari pikiranrakyat.com bersumber dari The Guardian, Minggu 8 Mei 2022.

Menurut Arab News, selain burqa, Taliban juga tidak menepati janjinya terkait hak wanita untuk mendapatkan pendidikan.

Hal tersebut dapat dilihat ketika pada 23 Maret 2022 lalu, Taliban menutup sekolah untuk para pelajar perempuan.

Ketika penutupan sekolah tersebut terjadi, para siswi itu langsung kembali kerumah mereka sambil menangisi kalau sekolahnya telah ditutup.

Kementerian Pendidikan Afghanistan telah mengumumkan penutupan sekolah tersebut tanpa memberi tahu mengenai kapan kembali sekolah tersebut dibuka.

“Di bawah bimbingan kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan, sekolah untuk wanita dari kelas enam di atas ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Afghanistan.

Pada Agustus 2021 lalu Afghanistan kembali berkuasa dan sejak mengambil alih pemerintahan, Taliban juga berjanji untuk menghormati hak-hak perempuan.

Pada saat era 1996-2001 diketahui Taliban melakukan penindasan terhadap hak perempuan dan dilakukannya dengan cara yang brutal.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.