Terkini.id, Jakarta – Pasca terjadinya aksi protes nasional di Iran dan Pakistan yang terjadi beberapa hari terakhir dengan bentrokan dan aksi kekerasan hingga memakan korban jiwa.
Pemerintah Taliban belum lama ini mengimbau warga Afghanistan yang mengungsi untuk tidak ikut-ikutan dalam aksi protes.
Hal tersebut disampaikan Pemerintah Taliban dalam sebuah pesan video Wakil Menteri Pengungsi Taliban, Abdul Rahman Rashid mendesak para pengungsi tidak ambil bagian karena protes itu merupakan urusan negara mereka masing-masing.
“Demonstrasi adalah urusan dalam negeri mereka (Iran dan Pakistan), rakyat mereka berdemonstrasi, jangan merusak hidup Anda,” pungksnya dalam keterangan singkatnya yang disampaikan belum lama ini
Seruan itu datang menyusul semakin tingginya aksi demontrasi yang tersebar di Iran untuk menuntut kematian Mahsa Amini, wanita 22 tahun yang meninggal saat berada di dalam penjara moral.
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
- Mengerikan! AS 'Ngamuk, Taliban Bunuh 100 Warga Eks Pasukan Afghanistan
Selain dari itu, belum lama ini juga pengadilan Iran mengumumkan telah menangkap 40 warga negara asing sehubungan dengan protes negara baru-baru ini.
Berdasarkan data PBB, telah ada 3,4 juta orang pengungsi pengungsi Afghanistan di Iran dengan hampir 2 juta di antaranya tidak memiliki dokumen resmi. Dikutip dari Rmol.id. Jumat, 25 November 2022.
Sementara itu, dalam laporan juga disebutkan bahwa sejak Taliban berkuasa di Afghanistan pada Agustus tahun lalu, jumlah pengungsi yang melarikan diri ke Iran bertambah hingga ratusan ribu orang.
Sama halnya dengan Iran, Pakistan juga mengalami hal yang sama. Akibat ketidakstabilan politik dan ekonomi serta bencana banjir bandang, mendorong warga yang frustrasi melakukan aksi protes menuntut pemerintah.
Diketahui sebelumnya bahwa awal bulan ini, aksi protes yang dikomandoi oleh mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, memperoleh serangan peluru dari dua orang pelaku bersenjata.
Lantas terdapat 1,3 juta pengungsi Afghanistan yang tinggal di Pakistan saat ini, dan menurut PBB ratusan ribu di antaranya hidup dengan tidak layak.
Kerentanan tersebutlah yang mendorong Taliban meminta warganya di negara lain untuk tidak membahayakan diri dan menjauhi aksi protes yang tidak ada kaitanya dengan mereka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
