Beberapa Upaya Yang Dapat Dilakukan Dalam Pencegahan Covid-19

Terkini.id, Makassar – Corona virus disase merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-COV 2 atvau virus Corona. Sebetulnya virus ini telah ditemukan pada tahun 1960 dan menurut penelitian 10-30% dari virus ini dapat menyebabkan batuk, pilek pada manusia atau biasa disebut dengan Commond Cold dan juga masih segar diingatakn kita pada akhir tahun 2019 di Wuhan China muncullah virus Corona baru yang dinamakan oleh para ahli yaitu Covid19 aatau Corona Virus Desase 19, saat ini belum diketahui pasti asal muasal dari virus ini.

Namun banyak yang mengatakan bahwa virus ini berasal dari kelelawar karena virus ini mirip dengan 2 jenis SARS –COV dan juga mirip dengan MERS-COV namun tingkat kemiripan ini tidak mencapai 100% jadi, tidak bisa disimpulkan bahwa virus ini berasal dari kelelawar. Kemudian untuk saat ini para ahli masih terus beupaya mengembangkan vaksi dan obatnya agar bisa diproduksi secara massal.

Cepatnya penyebaran virus ini maka Covid19 dinyatakan sebagai pendemi dunia oleh WHO dan ditetapkan pemerintah sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit, maka hal yang perlu dilakukan langkah-langkah penanggulangan terpadu termasuk keterlibatan seluruh komponen masyarakat dan inividu itu sendiri.

Baca Juga: Sejumlah Komunitas dan Organisasi di Kota Makassar berkolaborasi Melawan Covid-19

Siapapun dapat terinfeksi virus Corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah rentan terhdap serangan virus ini. Selain itu kondisi musim atau iklim sangat berpengaruh. Contohnya di Amerika Serikat infeksi virus Corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

Disamping itu orang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau begara yang rawan virus Corona juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota wuhan, yang pernah menjadi wabah Covid-19 yang bermula pada Desember 2019.

Saat ini, Covid-19 dapat menular dari oaring ke orang yaitu melalui droplet (percikan) dari hidung atau mulut saat orang yang terinfeksi Covid-19 batuk bersin. Droplet (percikan) dapat mendarat dari mulut atau hidung orang-orang yang berada disekitar, sehingga masuk ke dalam paru-paru. Droplet terssebut bisa menempel ke objek atau benda mati atau permukaan sekitarnya. Orang lain dapat tertular apabila menyentuh objek atau benda tersebut, lalu kemudia ia menyentuh mata, hidung atau mulutnya sehingga virus masuk ke dalam tubuh.

Covid-19 ini mempunyai masa inkubasi selama 14 hari karena rata-rata gelaja akan muncul setelah 14 hari setelah virus masuk kedalam tubuh. Virus Corona ini menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala umum yang paling sering adalah batuk, demam, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Gejala tersebut biasanya ringan dan terjadi secara bertahap. Sebagian orang yang tidak terinfeksi bisa tidak memiliki gejala dan merasa baik-baik saja. Infeksi yang tidak menunjukkan gejala ini tidak bisa diketahui apabila tidak melakukan tes laboratorium.
Infeksi ini akan semakin parah apabila menyerang kelompok individu terstentu. Misalnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru dan orang yang mempunyai system kekebalan tubuh yang lemah sperti bayi dan lansia.

Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan upaya pencegahan. Jadi upaya pencegahan ini mempunyai 2 tingkatan yaitu pada tingkat invidu dan pada tingkat komunitas.

Pada tingkat individu
▪ Menjaga imunitas tubuh agar lebih baik
▪ Menerapkan pola social distancing (jaga jarak dengan orang lain)
▪ Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
▪ Membaca informasi yang valid terkait Covid-19 agar terhindar dari syndrome Psikotomatis
▪ Mengurangi menonton atau mendengarkan berota atau laporan terkait Covid-19 yang kurang menyenangkan. Hal ini agar kita terhindar dari gangguan kecemasan yang berlebihan.

Lalu upaya pencegahan yang dapat kita lakukan pada tingkat Komunitas adalah seperti;
▪ Locdown; hal ini merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat diartikan sebagai kegiatan menutup akses masuk keluarnya orang dari dan kedalam suatu daerah. Kagiatan ini sudah diterapkan dibeberapa daerah seperti tegal, yogakarta dengan beberapa daerah yang melakukan lockdown mandiri.

▪ MCO (Movement Control Order); sebuah program pemerintah untuk mengatur pergerakan masyarakat,hal ini sudah diterapkan oleh salah satu negara terdampak Covid19 yaitu, Malaysia.Jadi seluruh pergerakan masyarakat diatur dengan melakasakan patroli kemudian pemerintah ikut turun langsung ke jalan memberikan peringatan. Untuk msyarakat yang melanggar aturan dengan melakukan kagiatan kumupul-kumpul kemudin dapat diberi denda sperti ditahan agar memberikan efek jera pada individu tersebut.

Dan yang terakhir adalah Rapid test survey hal ini merupakan kegiatan pemeriksaan secara tepat yang hasilnya dapat diketahui secara cepat agar masyarakat bisa segara mengetahui apakah ia postif Corona atau negatif Corona sehingga individu yang positif dapat segera diisolasi terlebih dahulu agar bisa ditangani secara tepat dan cepat oleh tenaga medis.

Rapid Test Survay; Rapid test survey adalah sebuah kegiatan pemeriksaan secara tepat yang hasilnya dapat diketahui secara cepat agar masyarakat bisa segara mengetahui apakah ia postif Corona atau negatif Corona sehingga individu yang positif dapat segera diisolasi terlebih dahulu agar bisa ditangani secara tepat dan cepat oleh tenaga medis.

Dijelaskan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dalam konferensi pers daring #FKUIPeduliCovid19 pada Jumat (27/013/2020), rapid test ini diperioritaskan untuk orang dalam pemantauan ODP untuk diketahui ODP merupakan orang-orang yang memiliki gejala virus Corona ringan, sperti demam dan pilek, dan memiliki riwayat kontak dengan orang yang suspect atau sudah positif Covid-19.

Virus Corona baru atau Covid-19 ini telah menginfeksi 3.498.155 di seluruh Dunia besaran data dari (BNPB dan Worlddometers) hingga Sabtu 3 Mei 2020. Dari angka tersebut setidaknya 1.126.733 orang yang berhasil sembuh dari 244.988 orang yang meninggal dunia dikarenakan Covid-19 ini.

Sementara itu, dalam kasus atau pemberitaan yang berkaitan dengan dengan Corona virus atau Cvid-19 ada banyak istilah atau diksi yang digunakan pemerintah, mulai dari ODP hingga WFH berikut adalah penjelasannya;
▪ ODP (Orang Dalam Pemanatauan)
Menurut Direktur Utama Rumah Saki Umum Pusat Persahabatan- salah satu RS rujukan kasus virus Corona, Rita Rogayah, Odp merupakan orang dalam pemantauan, biasanya memiliki gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penederita positif. Orang dengan status ODP biasanya tidak perlu melakukan rawat inap di RS tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaaknya selama 14 hari hingga kondisi membaik. Namun jika selama masa karantina mandiri kondisi tidak menunujukkan membaik maka sebaiknya segera menghubungi rumah sakit terdekat.

▪ PDP (Paseien Dalam Pemantauan)
Berbeda dengan ODP, oaring yang dinyatakan PDP akan menjalani proses observasi melalui proses cek laboratotium yang hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Blitbangkes) Kemenkes RI. PDP dikriteriakan sesuai dejalanya, sperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan. Atau dari hasil observasi ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari daerah yang terjangkit.

▪ Suspect
Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan “suspect: adalah orang atau pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gejala infeksi Corona, pernah melakukan perjalanan ke Daerah yang menjadi lokasi persebaran Corona, melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif Covid-19.

▪ Lockdown
Lockdown artinya sebuah negara sperti Italia yang melakukan pengawasan ketat di semua wilayah negara, mengunci masyk atau keluar dari suatu daerah/wilayah/negara untuk mencegah penularan virus Corona.

▪ Social Distancing
Cara atau imbauan yang dilakukan kepada warga masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antara manusia, menghindarii berbagai bentuk pertemuan yang melibatkan banyak orang.

▪ Imported Case
Berdasarkan penjelasan dari kementrian kesehatan bahwa imported case mrupakan kasus virus yang terjadi pada seseorang yang baru kembali dari luar negri, tanpa terkait dengan cluster atau kelompok manapun.

▪ Karantina
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Karantina diartikan sebagai taat aturan atau disiplin. dapat diartikan bahwa patuh datau disiplin pada persyaratan karantina yang telah diatur dala UUD NO 21 taun 2019. Dalam bentuk upaya pencegahan kegiatan karantina dapat ditepakan dalam situasi seperti saat ini, guna untuk memutus rantai penyebaran Covid 19. kegiatan karantina diwajibkan selama 14 bagi seseorang yang pernah kontak langsung dekat, atau berada dalam sau lingkungan dengan pasien positif Corona.

▪ PSBB
PSBB adalah singkatan dari pembatasan wilayah berskala besar, peraturan ini diterbitkan oleh kementrian kesehatan, hal ini dilakukan dalam rangka percepatan penanganan Covid 19 agar bisa segara dilakasanakan diberbagai daerah.Aturan pemerintah ini telah dilaksankan di beberapa daerah seperti di surabaya, PSBB Sidoarjo dan PSBB Gresik hal ini diandai dengan adanya pengcekan langsung cek poin di perbatasan oleh Kapolda Jawa Timur

▪ OTG
Orang tanpa gejala atau disebut dengan istilah ODP ini merupakan salah satu hal sangat mengrikan karena, sebuah invidu yang mempunyai tingkat kesehatan fisik yang baik biasanya inividu tersebut tidak menampakkan gejala-gejala Covid19 ini padahal individu tersebut sudah terjangkit virus Covid19. Karena kasus ini tidak menunjukkan gejala maka bisa invidu tersebut bisa menularkan virus Corona tanpa ia sadari. Hal yang dapat dilakukan untuk menjauhi penularan ini adalah menghimbau masyarakat agar mengikuti anjuran untuk tinggal di rumah dan mengurangi aktifitas di luar rumah.

▪ MCO
Movemen control order (MCO) adalah sebuah program pemerintah untuk mengatur pergerakan masyarakat,hal ini sudah diterapkan oleh salah satu negara terdampak Covid19 yaitu, Malaysia. Jadi seluruh pergerakan masyarakat diatur dengan melakasakan patroli kemudian pemerintah ikut turun langsung ke jalan memberikan peringatan. Untuk msyarakat yang melanggar aturan dengan melakukan kagiatan kumupul-kumpul kemudin dapat diberi denda sperti ditahan agar memberikan efek jera pada individu tersebut.

▪ Rapid Test Survay
Rapid test survey adalah sebuah kegiatan pemeriksaan secara tepat yang hasilnya dapat diketahui secara cepat agar masyarakat bisa segara mengetahui apakah ia postif Corona atau negatif Corona sehingga individu yang positif dapat segera diisolasi terlebih dahulu agar bisa ditangani secara tepat dan cepat oleh tenaga medis.

▪ Heard Immunity
Heard immunity merupakan salah satu istilah yang berarti kekebalan kelompok atau individu heard immunity ini dapat dicapai dengan pemberian vaksin secara merata atau bila sudah berbentuk kekebalan alami pada sebagian besar invidu dalam suatu kelompok setelah mereka terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.

▪ Work From Home (WFH)
Kebijakan work from home di keluarkan oleh beberapa instansi hingga lembaga pemerintahan hal ini diyakini dapat mengurangi penularan virus Corona , hingga para pekerja bahkan mahaisswa dibiarkan melakukan aktivitas bekerja di rumah saja sampai batas keadaan benar-benar stabil.

Oleh: Andi Afifah Aulia Rahma

Bagikan