Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar membeberkan sejumlah tudingan dari tahun ke tahun yang dilayangkan sejumlah pihak terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai dari ‘boneka’ Megawati hingga dituding rezim otoriter.
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 13 Februari 2021, mengungkapkan pada tahun 2014 Jokowi dituding sebagai ‘boneka’ Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“2014 : jokowi planga plongo, boneka Megawati,” cuit Denny Siregar menandai Twitter Jokowi.
Sementara pada masa pemerintahan Jokowi di tahun 2019, mantan Walikota Solo itu dituding sebagai rezim otoriter dan bertangan besi.
“2019 : jokowi otoriter, rezim tangan besi,” tutur Denny Siregar.
- Pembekalan Pengawas UTBK-SNBT 2026, Plt Rektor Univ Tekankan Integritas
- Pemberdayaan Perempuan Dimulai dari Mengenali Diri, Ini Misi Rezki Radhiya Usman sebagai Personal Power Coach
- Kontraktor Pemkab Lutim Arlan Tersangka Kasus Penipuan Rp280 Juta
- Halal Bihalal KMB Sulsel, Teguhkan Nilai "Maja Labo Dahu" di Perantauan
- Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
Menurutnya, tudingan terhadap Jokowi yang berubah dari boneka Megawati menjadi rezim otoriter merupakan perubahan yang dahsyat.
Selain itu, Denny Siregar juga menilai perubahan tersebut ibarat anak kecil yang sok jagoan menantang namun nyalinya mendadak ciut saat digertak karena bermain kasar.
“Dari planga plongo ke otoriter, perubahan jokowi dahsyat sekali. Ini seperti anak kecil yang sok jagoan nantang-nantang, di keplak sekali langsung nangis, Lu mainnya kasar!” tutur Denny.
Namun, belum diketahui pasti maksud dari kicauan Denny Siregar tersebut.
Diketahui, pada 2014 silam sempat beredar di publik tudingan yang menyebut Presiden Jokowi sebagai ‘boneka’ Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Menanggapi tudingan tersebut, Politisi PDIP yang kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membantah bahwa Jokowi berada ‘dalam kendali’ Megawati.
“Sudahlah, lihat dulu Kabinet Kerja. Bagaimana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama-sama bekerja buat bangsa ini. Orang memang lebih mudah komentar daripada bekerja,” kata Puan Maharani saat diwawancara Kompas TV pada Jumat 31 Oktober 2014 silam.
Menurut Puan, setelah 10 tahun PDIP berada di luar kekuasaan, Megawati sebenarnya masih punya peluang besar untuk kembali mencalonkan diri menjadi Presiden pada Pemilu Presiden 2014.
Namun, kata Puan, yang terjadi adalah Megawati memberikan kesempatan itu kepada Jokowi, sesuai aspirasi masyarakat sekaligus untuk regenerasi kepemimpinan.
“Ibu Mega yang bisa jadi capres memberikan posisinya secara ikhlas dan legawa pada Pak Jokowi sebagai capres dan Pak JK sebagai (calon) wapres,” ungkap Puan Maharani.
Oleh karenanya, ia berkeyakinan bahwa Megawati tak akan pernah menjadikan Jokowi sebagai ‘boneka’.
“Saya rasa Ibu Mega paham sekali dan tak akan intervensi,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
