Beda Pernyataan Presiden Jokowi dengan Kementerian ESDM Soal Divestasi Vale

Beda Pernyataan Presiden Jokowi dengan Kementerian ESDM Soal Divestasi Vale

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan berbeda dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terkait disvestasi saham perusahaan tambang PT Vale Indonesia Tbk.

Jokowi menyampaikan, pembahasan mengenai divestasi saham dari perusahaan berkode emiten INCO itu masih terus berjalan.

“Ya, tapi mundur dikit (dari Juli),” ucap Jokowi di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Jakarta, Senin 7 Agustus 2023. Presiden mengaku proses negosiasi dengan Vale terus berjalan dan tidak ada hambatan. Menurutnya, keputusan yang bakal diambil kelak harus menguntungkan semua pihak.

“Masih dalam proses pembicaraan terus, biar enggak keliru. Semua harus merasa diuntungkan. Semua harus merasa diajak,” terang Jokowi.

Padahal sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif bilang Vale sendiri telah sepakat untuk melepas 14 persen sahamnya ke holding BUMN Tambang MIND ID.

Baca Juga

Sehingga secara total kata dia Vale telah melepas sebanyak 54 persen sahamnya untuk Indonesia.

“Prinsipnya Vale mau melepas sharenya (sahamnya) sehingga total share kalau sudah jadi itu 54 persen. Dulu kan sudah divestasi 40 persen, sekarang 14 persen lagi jadi 54 persen,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di kantornya Jakarta Pusat, Jumat 4 Agustus 2023.

“Gabungan dua (divestasi 14 persen saham), dari Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) dan Vale Canada Limited (VCL). Tadi B2B (konsolidasi keuangan), dibahas dalam mekanisme manajemen internal,” sambungnya.

Meski begitu, Arifin enggan menegaskan kapan kepastian proses divestasi saham Vale rampung. Ia hanya menyebut sudah sepakat, tetap masih dibahas beberapa detail kesepakatan.

Asal tahu saja Pemerintah berencana mencaplok 51 persen saham Vale menjadi milik Indonesia. Rencana divestasi saham ini ditetapkan sebagai syarat perpanjangan kontrak karya pertambangan Vale Indonesia yang akan habis pada 2025 mendatang.

Rencananya, perusahaan tambang nikel itu diminta untuk mendivestasikan saham sebesar 11 persen ke negara lewat holding BUMN pertambangan MIND ID. Adapun saat ini pemegang saham terbesar Vale Indonesia adalah Vale Canada Limited (VCL) dengan kepemilikan saham 43,79 persen.

Sementara itu, holding BUMN tambang MIND ID menggenggam kepemilikan 20 persen dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) sebesar 15,03 persen. Sisanya, kepemilikan publik pada Vale sebesar 21,18 persen.(suara.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.