Beda Yahya Waloni, Kajian Gus Baha Ungkap Dalil Anjing Tidak Najis

Terkini.id – Kajian Gus Baha tentang perihal najisnya anjing beredar di media sosial, salah satunya dibagikan oleh Influencer dan buzzer Denny Siregar.

Gus Baha mengungkapkan tentang berbagai mazhab fikhi yang menyebutkan anjing tidak najis, bahkan ada dalilnya dalam Alquran.

Gus Baha juga mengungkap kisah Ashabul Kahfi, yakni kisah 7 pemuda yang tidur di dalam gua selama ratusan tahun dan dijaga oleh seekor anjing. Kisah itu tertulis dalam Alquran.

Baca Juga: Komentari Jozeph Paul, Yahya Waloni: Ngaku Nabi Mata Sipit, Nabi...

Postingan tersebut beredar usai ramai ceramah Ustaz Yahya Waloni yang mengungkapkan kebenciannya pada hewan anjing. 

Yahya Waloni bahkan mengaku pernah sengaja menabrak seekor anjing sampai pincang, dengan alasan hewan tersebut adalah najis.

Baca Juga: Beredar Foto Spanduk Tablig Akbar Yahya Waloni, Netizen Soroti Sebutan...

“Kalau kambing masih saya rem. Tapi kulihat anjing, najis ya saya tabrak. Dulu saya tidak berani tabrak, kalau di Manado,” ungkapnya.

Kajian Gus Baha

Dalam kajian Gus Baha yang dibagikan lewat tayangan youtube ‘Kajian Cerdas Official’, Gus Baha menjelaskan tafsir Alquran tentang makanan hewan yang halal.

“Kalau menurut syari (daging hewan) yang halal itu ada dua, yakni yang mati disembelih. Kedua hewan yang mati karena diburu atau terkena panah,” ungkapnya.

Baca Juga: Yahya Waloni Kritik Israel Serang Palestina: Bangsa Kepala Batu, Gak...

Dia menjelaskan, selama ini banyak umat Islam cuma memahami, bahwa binatang yang halal itu adalah yang mati karena disembelih. Padahal, hewan yang mati karena tertusuk oleh anak panah, bahkan mati karena dicengkeram oleh hewan pemburu yang sudah dilatih, juga halal dimakan.

Dia pun menjelaskan, bahwa para sahabat saat zaman nabi banyak berburu hewan seperti kijang dengan menggunakan hewan yang dilatih yakni anjing.

Terkait anjing sebagai binatang yang bisa dilatih untuk berburu, dalil Alquran bahkan memberi contoh yang jelas.

Gus Baha menyebutkan bunyi ayat keempat Surah Almaidah. Dalam surah itu disebutkan, makanan (buruan) yang dihalalkan adalah yang ditangkap oleh pemburu yang dilatih.

“Wamaa allamtum minal jawaaril mukallibin. Yakni hewan-hewan yang sudah dilatih seperti anjing… Jadi ini salah satu bukti ilmiahnya Alquran, karena Alquran sendiri mengakui anjing bisa dilatih,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kepolisian, khususnya direktorat narkoba Polri saat ini mengakui anjing sebagai hewan yang paling bisa dilatih.

Terkait anjing sebagai binatang najis oleh masyarakat Indonesia, dia menjelaskan itu cuma dipengaruhi oleh mazhab Imam Syafii yang kebetulan banyak dianut oleh dominan masyarakat Indonesia.

“Saya terangkan ya, kata kyai sekarang ini kajian ilmu tingkat tinggi. Anjing itu tidak pernah najis. Ashabul Kahfi pun tidak pernah ada masalah dengan anjing,” ungkapnya lagi.

Dia menjelaskan, di masa sahabat, tabiin, Imam Suyuthi hingga Imam Malik, anjing dianggap tidak najis.

Mengapa Imam Syafii menganggap najis? Menurut Gus Baha itu karena penafsiran tentang sebuah hadits.

“Itu ada hadisnya, kalau wadahmu dijilat anjing, basuhlah sebanyak 7 kali,” ungkapnya menerangkan bunyi sebuah hadits. 

Menurut dia, Imam Syafii menganggap dengan perintah membasuh 7 kali itu, maka anjing dianggap najis. 

Sementara, mazhab lain seperti Imam Maliki, menganggap itu tidak ada kaitannya dengan najisnya anjing.

Bagikan