Terkini.id, Kupang – Program bantuan presiden (banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,4 juta kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memberi hasil positif guna mempertahankan, bahkan mengembangkan usaha para pelaku usaha.
Program yang diluncurkan pada Agustus 2020 tersebut, sudah tersalurkan 100 persen pada Oktober 2020 lalu kepada sembilan juta target penerima manfaat, di antaranya pengusaha mikro yang secara urgensial belum tersentuh layanan perbankan.
Program itu cepat terserap berkat dukungan Bank Himbara, Koperasi, Pemda, dan Kementerian dan Lembaga (KL) yang mengadakan pendampingan. Pemerintah juga menambah jumlah pelaku usaha mikro penerima manfaat BPUM tersebut, sehingga total keseluruhannya menjadi 12 juta UMKM.
Dalam kegiatan “Dialog Produktif: Pejuang Ekonomi Garis Depan Wirausahawan Usaha Mikro”, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual di Jakarta, Senin 9 November 2020, Iis Suminar, pelaku usaha pecel karedok dan gado-gado penerima manfaat BPUM, mengungkapkan apresiasinya
“Alhamdulillah, setelah adanya bantuan (BPUM), saya bisa memperlebar tempat atau meja untuk usaha tambahan. Kemudian, saya menambahkan usaha gorengan. Saya memanfaatkan sayur yang ibu saya jual agar tidak terbuang sia-sia,” paparnya.
- Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI dan Smart Technology
- Sompo Indonesia Catat Kinerja Keuangan Kuat pada 2025, Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1425 Jeneponto Mengangkat Derita Keluarga Sederhana, Membangun Rumah dan Harapan
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
Bantuan Rp 2,4 juta diterima Iis pertama kali pada Oktober 2020 lalu. Sebagai seorang pedagang gado-gado, Iis tidak pernah menggunakan ATM sebelumnya. Selanjutnya, guna mendapatkan BPUM, ia memberanikan diri untuk menanyakan ke pihak desa dan berkunjung ke bank untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
“Awalnya, saya ragu mendatangi bank. Saya menanyakan ke security bank tentang dana UMKM. Karena saya mendapat informasi ini pertama kali lewat media sosial (medsos),” beber Iis.
Selain sebagai penerima BPUM, ia juga mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. Bantuan stimulus usaha itu merupakan program dengan suku bunga nol persen hingga 31 Desember 2020. Program tersebut diberikan tambahan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) enam persen hingga 31 Desember 2020, dan enam persen setelah 31 Desember 2020. Adapun batas maksimum kreditnya adalah sebesar Rp 10 juta.
Tidak hanya Iis yang mengapresiasi upaya pemerintah sehingga berkembang setelah menerima bantuan tersebut. Ada pula Suwanti, pengusaha kerajinan cindera mata berbahan dasar limbah, juga sangat merasakan efek positifnya.
“Selama pandemi Covid-19, omset usaha saya mengalami penurunan drastis. Terlebih dengan pelarangan diadakan pesta-pesta pernikahan di masa PSBB berlangsung beberapa waktu lalu, semakin menekan usaha saya. Padahal, kegiatan pesta adalah sumber utama saya,” ungkap Suwanti.
Ia menjelaskan, bantuan senilai Rp 2,4 juta tersebut bagi dirinya seperti mendapatkan air minum di padang pasir.
Suwanti mendapatkan akses BPUM melalui informasi di grup UMKM yang telah diikutinya. Pada awalnya, Suwanti ragu terhadap informasi tersebut, namun tetap mengurus syarat-syaratnya di dinas Pemda Bogor.
“Saya mengajukan pada 20 September 2020, dan bantuan cair pada 25 September 2020. Bantuan ditransfer langsung di rekening bank BRI saya,” imbuhnya.
Sama halnya Iis, Suwanti juga mendapatkan bantuan stimulus usaha KUR Super Mikro senilai Rp 10 juta, yang dimanfaatkannya untuk membeli meja kerja dan alat cat semprot.
Baik Iis maupun Suwanti mengaku, tentu tidak ada artinya bantuan tersebut tanpa semangat untuk berjuang. Mereka berdua tidak mau menyerah. Pasalnya, berkat kegigihanlah yang membuat mereka mampu bertahan dengan dukungan dari pemerintah.
Iis secara khusus menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo pada kesempatan tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Jokowi, usaha saya bisa terbantu. Karena selama pandemi itu sempat menurun. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan itu semakin meningkat. Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik dan lebih maju lagi,” katanya.
Sementara itu, Suwanti menyampaikan kepada masyarakat agar mendukung UMKM Indonesia.
“Untuk teman-teman semua, berkenan memakai barang-barang produksi UMKM agar lebih maju ke depan. Kemudian, terima kasih kepada Bapak Jokowi yang telah memberikan dukungan untuk UMKM. Kami para pelaku UMKM sangat terbantu dengan bantuan seperti ini, sehingga usaha kami bisa menggeliat lagi,” ujarnya.
Berita ini telah tayang sebelumnya di : https://kupang.terkini.id/2020/11/09/pemerintah-sokong-wirausahawan-umkm-yang-terdampak-covid-19/
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
