Terkini.id, Jakarta – Mendagri Tito Karnavian menjadi sorotan karena pernyataannya yang menjadi judul berita di beberapa media terkait jenazah covid-19 baiknya dibakar.
Dalam berita tersebut, Tito menyebutkan bahwa secara teori, penanganan jenazah COVID-19 paling baik adalah dibakar. Kemendagri pun memberikan klarifikasi penjelasan lebih lanjut.
Kapuspen Kemendagri Bahtiar lewat keterangan tertulis, Kamis 23 Juli 2020 menyebutkan, pernyataan Mendagri dikutip secara tidak lengkap.
Kata dia, begini penjelasan lengkap Tito Karnavian:
“… secara teori baiknya jenazah COVID dibakar agar virusnya juga mati. Namun, bagi yang muslim dan agama lain, ini tidak sesuai akidah. Maka penatalaksanaannya dibungkus tanpa celah agar virus tidak keluar (menyebar), kemudian dimakamkan…”
- Membangun Kekuatan, Membuka Jalan Kesejahteraan, Satgas TMMD ke-128 Bangun Talud, Jamin Infrastruktur Desa
- Membangun Dasar Pemerintahan Bersih, Kolaborasi Pemkab Jeneponto dan KPK Gagas Pencegahan Korupsi
- Perkuat Mitigasi Kebakaran, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Latih Masyarakat Gunakan APAR
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
Bahtiar pun berharap pernyataan Tito tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menurut Bahtiar, pada prinsipnya penanganan jenazah COVID-19 dikembalikan pada protokol kesehatan dan sesuai dengan akidah masing-masing.
Pernyataan Tito tersebut sebelumnya disampaikan dalam webinar nasional Asosiasi FKUB Nasional yang diikuti secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa 21 Juli 2020.
Video webinar tersebut kemudian dibagikan Kapuspen Kemendagri Bahtiar di grup wartawan pada Rabu 22 Juli 2020.
“Yang terbaik, mohon maaf, saya muslim tapi ini teori, yang terbaik dibakar, karena virusnya akan mati juga,” kata Tito.
Tito mengungkapkan, apabila pemakaman dilakukan sesuai dengan tata cara keagamaan, tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Jenazah harus dibungkus rapat dan dikuburkan di tempat pemakaman yang kering.
“Kalau seandainya dimakamkan sesuai dengan cara-cara agama, beberapa agama tertentu ya dia harus dibungkus rapat, rapi, harus rapat, tidak boleh ada celah virusnya keluar, karena virusnya itu akan bertahan. Dan upayakan di kuburan di pemakaman yang tidak ada air mengalir, yang kering. Panas,” ujar Tito.
Redaksi memastikan pernyataan Tito Karnavian dikutip secara utuh dan sesuai konteks.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
