Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto merespons wacana pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala darurat di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berupaya menghindari penerapan PPKM darurat. Ia menganggap sektor ekonomi bakal terdampak jika hal itu diterapkan.
Sebagai ibu kota provinsi, Makassar menjadi tumpuan penanganan Covid 19 di Sulsel. Seluruh pasien yang mesti mendapat perawatan lebih dirujuk ke Makassar. Hal itu bakal berimbas pada ketersediaan tempat tidur.
Menurutnya, status zona oranye untuk Makassar bisa saja berubah ke zona merah. Jika hal itu terjadi, PPKM darurat bisa diberlakukan di Makassar. Padahal pasien bukan hanya dari internal Kota Makassar.
“Karena kalau ditumpukkan di satu tempat, takutnya nanti status itu membuat Makassar jadi status merah kemudian PPKM darurat turun, ekonomi mati,” kata Danny Pomanto, Senin, 5 Juli 2021.
- Wali Kota Munafri Sebut Data Akurat Jadi Dasar Pembangunan dan Investasi Makassar
- Pemkot Makassar Uji Coba Pete-pete Laut untuk Layani Masyarakat Kepulauan
- Resmikan Kelenteng Ji Li Gong, Wali Kota Makassar Dorong Kerukunan dan Pembinaan Karakter
- Hadiri Celebration Bosowa School, Munafri Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak dalam Pendidikan
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
Untuk itu, Danny mengusulkan ke Pemerintah Provinsi agar membagi penanganan pasien Covid-19 ke beberapa daerah lain yang dianggap memiliki cukup fasilitas.
“Jadi pasien tidak bertumpuk di Makassar,” ucapnya.
Danny menilai Kota Pare-pare bisa menjadi tumpuan merawat pasien dari daerah Utara Sulsel. Sementara daerah timur dipusatkan di Bone. Sedangkan wilayah selatan dipusatkan di Bantaeng.
“Alangkah baiknya, kami mengusulkan kepada Provinsi, misal, kenapa tidak kita bagi rayon. Misal di utara itu di Pare-pare, cukup bagus rumah sakit umumnya. Rayon timur itu di Bone, dan rayon selatan itu di Bantaeng misalnya,” jelas Danny.
Meski begitu, Danny mengungkapkan tetap membuka pintu bagi pasien jika memang perlu mendapat perawatan lebih di Makassar.
“Nah, nanti pun kalau ada yang perlu dirujuk ke Makassar, Makassar siap,”terangnya.
Menurutnya, sistem ini lebih efektif sebab dikerjakan bersama. Jika daerah lain butuh tenaga kesehatan, maka Kota Makassar siap menyuplai.
“Kalau kita bagi sistem penanganannya ini, nakesnya kita sebar juga. Kalau misal di Pare-pare nakesnya kurang, kita support dari sini. Lebih bagus begitu sehingga penanganan ini kerja bareng-bareng semua,”beber Danny.
Danny mengatakan, opsi tersebut perlu dipertimbangkan. Jika melihat pasien dari daerah yang jaraknya jauh dari Kota Makassar.
“Kalau yang dari Palopo, Luwu Timur dirujuk ke Makassar, belum perjalannya, belum apanya semua,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
