Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan melalui rapid test sebanyak 6 ribu alat dari 10 ribu yang disediakan.
“Sebanyak 316 orang dinyatakan positif dari pemeriksaan alat rapid test,” kata Naisyah, Kamis, 7 Mei 2020.
Ke depan, Naisyah menegaskan, semua masyarakat yang dinyatakan positif rapid test akan diisolasi selama 14 hari di Hotel Swiss Bell yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi.
“Kita usahakan kalau hasil rapid test positif kita hanya usahakan intervensi gizi yang baik, istirahat total, rekreasi. Jadi pada rapid test selanjutnya bisa negatif, jadi tidak perlu swab,” ungkapnya.
Isolasi selama 14 hari, kata Naisyah, untuk meningkatkan imun agar pada saat rapit test untuk kedua kalinya hasilnya bisa negatif.
- Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri Dorong Pembangunan Kota yang Adaptif
- Poltekpar Makassar Dorong Pengembangan Desa Wisata Sanrobone Lewat Project Based Learning 2026
- Korban Kebakaran di Makassar Dapat Voucher Rp500 Ribu dari LAZ Hadji Kalla
- Makassar Sambut Delegasi Dunia di IGS 2026, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Internasional
- Wali Kota Makassar Buka Bedah Buku Biografi Ajoeba Wartabone di Raker LAMAHU se-Indonesia Timur
“Kalau misalnya rapid test kedua masih positif baru dilakukan tindakan Swab,” ujarnya.
Masyarakat yang tak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri di rumah merupakan prioritas pemerintah kota untuk isolasi di hotel.
“Seperti 1 rumah 10 orang yang tinggal bagaimana mau isolasi kalau kamarnya duaji. Kalau di dalamnya hanya tersedia satu kamar mandi bagaimana caranya,” ungkap Naisyah.
Diketahui, rapid test massal dilaksanakan Pemkot Makassar di 47 Puskesmas yang tersebar di Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
