Benarkah Kredit di Bank dan Leasing Bisa Ditunda? Begini Penjelasan Rinci OJK

Terkini.id, Jakarta – Kebijakan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi kredit untuk pelaku usaha maupun pihak pihak yang terdampak corona, masih terus menuai pertanyaan.

Hal itu lantaran banyaknya nasabah yang masih penasaran dan menanyakan perihal penundaan kredit tersebut ke kantor-kantor perbankan.

Mengenai pertanyaan publik tersebut, OJK pun menyampaikan jawaban yang ke bank bank maupun perusahaan Industri Jasa Keuangan lainnya terkait kebijakan relaksasi di lembaga keuangan. Berikut poin poin yang disampaikan OJK:

1). Istilah kelonggaran, keringanan atau penundaan dan istilah sejenisnya merupakan bahasa publik yg perlu diterjemahkan dalam bahasa teknis perbankan sesuai dgn ketentuan yg sdh dikeluarkan OJK (POJK No. 11/POJK.03/2020).

Oleh karena itu, istilah penundaan tadi perlu kita baca ke dalam koridor restrukturisasi kredit, dimana di dalamnya ada beberapa pilihan yang dapat disepakati antara bank/perusahaan pembiayaan dgn debitur, antara lain:

– penurunan suku bunga

– perpanjangan jangka waktu

– pengurangan tunggakan pokok

– pengurangan tunggakan bunga

– penambahan fasilitas kredit/pembiayaan

– konversi kredit/pembiayaan menjadi modal.

2). Bagi para debitur yg mengalami pelambatan kegiatan usaha karena dampak penanganan penyebaran virus Covid-19 diminta utk menghubungi bank supaya dicarikan solusi terbaik melalui upaya restrukturisasi kredit.

3). Setiap bank/perusahaan pembiayaan, masing2 mempunyai kemampuan yg berbeda2, sehingga penanganan restrukturisasi akan berbeda beda juga, disesuaikan dg kemampuan mereka.

4). Bagi debitur yg tdk terdampak atau masih dapat menjalankan usahanya dan masih memiliki kemampuan keuangan untuk mengangsur, diharapkan untuk tetap dapat memenuhi kewajibannya.

5) Kita harus sama2 menyadari bahwa kredit yg diberikan oleh Lembaga Keuangan kepada debitur berasal dari dana masyarakat yg pada saatnya juga harus dikembalikan. Apabila lembaga keuangan tidak bisa mengembalikan dana masyarakat maka kepercayaan masyarakat akan runtuh dan dapat menyebabkan masalah yg lebih besar lagi.

Demikian semoga kebijakan relaksasi ini dapat memberikan manfaat buat nasabah dan eksistensi Lembaga Keuangan juga tetap terjaga dg baik dan semoga kondisi segera membaik.

Komentar

Rekomendasi

Bank Sulselbar Perbanyak Loket dan Gratiskan Biaya ATM Demi Cegah Covid-19

Stabilkan Pasar Saham, OJK Bolehkan Perusahaan Tunda RUPS Tahunan dan Laporan Keuangan 2019

Kredit Macet Menghantui di Tengah Wabah Corona, OJK Longgarkan Kredit untuk Debitur

BI Gelontorkan Rp 300 Triliun untuk Selamatkan Rupiah

Gandeng PT PNM, Bank Sulselbar Pacu Bisnis Ultra Mikro

Kerja Sama Bank Sulselbar, Go-Pay Kini Terima Pembayaran Pajak PBB Warga Sulsel

Komitmen Manulife di Palu Mendapat Respons Positif Masyarakat

Agen Pemasaran Tumbuh 39 Persen, Perusahaan Asuransi Ini Gelar Roadshow di 8 Kota

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar