Terkini.id, Jakarta – Pede beralasan, OJK optimistis pemulihan ekonomi terus berlanjut. Kendati masih dalam rundungan pandemi Covid-19, namun Otoritas Jasa Keuangan alias OJK menyebut pemulihan ekonomi domestik akan terus berlanjut.
Optimistis tersebut dilontarkan OJK yang mengaku semula sempat khawatir dampak destruksi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bakal menghambat laju pemulihan.
“Dengan mulai turunnya kasus aktif Covid-19 di akhir Agustus 2021, yang disertai dengan percepatan vaksinasi, diharapkan dapat mendorong kembali kenaikan mobilitas masyarakat serta pemulihan ekonomi,” terang Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis 26 Agustus 2021.
Anto menjelaskan, kekhawatiran OJK akan terhambatnya laju pemulihan ekonomi terindikasi dari indikator-indikator ekonomi di awal kuartal ketiga 2021. Indikator tersebut mengindikasikan adanya tekanan lantaran penerapan PPKM.
Kendati begitu, lantaran mulai turunnya kasus aktif Covid-19 di akhir Agustus 2021, OJK akhirnya kembali percaya diri alias pede pemulihan ekonomi melanjutkan trennya.
- Rayakan 6 Tahun, PINTU Dorong Ekosistem dan Adopsi Crypto Nasional
- Saat Generasi Muda Mulai Melek Investasi: Reksa Dana Kian Dilirik
- Perkuat Literasi Syariah, Bank Sulselbar Raih Dua Penghargaan OJK
- OJK Pastikan Sektor Keuangan RI Tetap Kuat Meski Outlook Fitch Direvisi Negatif
- OJK dan Perbankan Perkuat Ketahanan Risiko Iklim
Kendati demikian, OJK mengakui tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2021 tidak sederas kuartal sebelumnya.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2021 tumbuh positif didorong pengeluaran pemerintah yang tinggi dan perbaikan pada konsumsi rumah tangga,” beber Anto.
Di tengah perkembangan itu, pasar keuangan domestik terjaga stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 20 Agustus 2021 tercatat di level 6,031 atau melemah 0,6 persen (mtd) dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp 2,40 triliun.
Sementara itu, pasar Surat Berharga Negara (SBN) terpantau relatif stabil dengan rata-rata yield SBN naik 0,3 basis poin (bps) di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net buy sebesar Rp 10,35 triliun.
“OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan,” demikian ungkap Anto menutup keterangan resminya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
