Terkini.id, Jakarta – Setelah Malang, beberapa daerah di Jawa Timur juga mengalami gempa bumi. Pada hari ini, misalnya, terjadi gempa bermagnitudo 5,2 di Tanggamus, Lampung, Senin, 12 April 2021.
Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 08.52 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tersebut memiliki lokasi 5.55 Lintang Selatan, 104.63 Bujur Timur atau 9 kilometer barat daya Tanggamus. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Melansir dari inews, Pakar geofisika kebencanaan Universitas Brawijaya (UB) menilai lempeng di wilayah Malang Selatan mudah patah karena sudah berusia tua. Sehingga menyebabkan lempeng berpotensi mengalami gempa.
Guru Besar Bidang Geofisika Kebencanaan dan Eksplorasi Sumberdaya Alam Universitas Brawijaya (UB), Profesor Adi Susilo mengatakan, berdasarkan analisisnya potensi gempa berkekuatan Magnitudo 6-7 di selatan Malang sebenarnya kecil.
Begitu pun dengan kekuatan 8 maupun 9 SR, ini berpotensi sangat kecil terjadi di Malang.
“Kekuatan 8 maupun 9 SR (Magnitudo) ini pun berpotensi sangat kecil terjadi di Malang. Enam itu pun akan jarang-jarang, yang banyak itu (magnitudo) empat dan lima cukup banyak,” ucap Adi Susilo, Minggu 11 April 2021.
Dari catatan sejarah gempa, Adi pun memetakan periodisasi gempa besar kemungkinan terjadi setiap 20 sampai 30 tahun.
Hasil analisis Adi pada 2006 lalu menyimpulkan peristiwa tersebut kemungkinan akan terjadi pada 2010 atau 2020. “Itu memang 27 tahun (jarak dengan 1994). Jadi kayak kok pas juga 27 tahun,” kata Adi.
Meski Jawa Timur memiliki potensi gempa besar, hal ini bukan berarti masyarakat harus panik. Yang perlu diterapkan pada diri masing-masing warga itu kewaspadaannya. “Biasa tapi dalam posisi waspada. Yang utama itu,” ungkapnya.
Adi sempat merilis hasil analisisnya mengenai gempa pada 2006 lalu. Hal ini dilakukan setelah Indonesia diterpa banyak gempa, baik di Yogyakarta, Pangandaran dan sebagainya.
Kejadian tersebut membuat masyarakat panik dan menerka-nerka waktu kejadian gempa di Indonesia.
Pada salah satu analisisnya, Adi memfokuskan pada periodisasi gempa besar yang terjadi di Jawa Timur (Jatim). Jatim tercatat pernah mengalami gempa besar pada 1967. Tidak ada yang tahu besaran gempa tersebut, mengingat alat pendeteksi belum secanggih saat ini.
Berdasarkan laporan yang ada, gempa 1967 telah memberikan dampak kerusakan cukup besar.
“Rusak sekian di daerah Dampit, Gondanglegi, ke arah barat banyak yang rusak. Pusatnya juga masih belum modern saat itu.
Sehingga tidak diketahui berapa kekuatan, hanya kisaran kerusakan di daerah ini. Ada rumah hancur dan meninggal. Itu saja,” kata Adi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
