Benny Susetyo Kritik Penanganan Banjir Jakarta, HNW Sentil Fungsi BPIP

Terkini.id, Jakarta – Hidayat Nur Wahid (HNW) merespons pernyataan Antonius Benny Susetyo, budayawan sekaligus Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait penanganan banjir di Jakarta. Ia mengingatkan bahwa fungsi BPIP akan lebih sesuai Pancasila jika staf khususnya mengomentari persoalan-persoalan utama yang melenceng dari Pancasila.

“Memang akan lebih sesuai dengan Pancasila bila @BPIPR/ staf khususnya komentari hal-hal utama tidak dilaksanakannya sila-sila Pancasila seperti korupsi (asabri, BPJSK, benur, bansos), separatism (OPM), radikalisme, dekadensi moral, ketidakadilan hukum, merosotnya indeks demokrasi, dan ketahanan pangan,” tulisnya di akun twitter @hnurwahid, pada Rabu, 24 Februari 2021.

Ia memberikan pernyataan tersebut sambil membagikan cuitan seorang warganet yang mengkritik kinerja BPIP dan pernyataan Benny Susanto terkait banjir.

Baca Juga: Sindir HNW, Eko Kuntadhi: Hanya Teroris yang Merasa Terancam dengan...

Sebelumnya HNW juga merespons secara langsung pernyataan Benny Susetyo dalam cuitannya yang lain.

“Benny S dari @BPIPRI minta @aniesbaswedan belajar dari Ahok ‘atasi banjir.’ Ahok  dipanggil presiden @jokowi karena banjir sentuh istana, Anies nggak pernah. Soal atasi banjir, Jokowi pernah janji: ‘banjir di Jakarta lebih mudah diatasi kalau jadi presiden.’ Bagaimana dengan yang ini Romo Benny?” tulisnya pada Selasa, 23 Februari 2021.

Baca Juga: JK dan HNW Dituding Pendukung Teroris, Ferdinand Hutahaean: Jangan Menuduh

Ia membagikan cuitan tersebut bersama beberapa tangkapan layar artikel, salah satunya berjudul ‘Benny Susetyo Minta Anies Belajar dari Ahok Atasi Banjir.’

Adapun, terkait pernyataan Benny mengenai banjir disampaikan dalam sebuah wawancara bersama Rumah Kebudayaan Nusantara.

Salah satu pernyataan Benny dalam wawancara tersebut adalah terakit kontinuitas program penanganan banjir Jakarta dari satu pemerintah ke pemerintah selanjutnya.

Baca Juga: Sindir Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, HNW: Vaksin Malah Ambil...

“Ini kan masalah mendasarnya adalah bagaimana kebijakannya tidak pernah continue dan tidak pernah serius mengatasi banjir Jakarta ini,” ujarnya dalam video yang diunggah kanal youtube RKN Media pada 23 Februari 2021.

Menurut Benny, banjir Jakarta dapat diselesaikan apabila penanganannya menyeluruh.

Ia juga menyebutkan bahwa apa yang telah dilakukan Ahok sebelumnya seharusnya diteruskan oleh pemerintahan sekarang.

“Apa yang dilakukan Ahok harus dilanjutkan seharusnya. Sehingga penataan kota Jakarta dalam mengatasi masalah banjir itu menyeluruh, tidak parsial dan tidak sifatnya politis. Kalau sifatnya politis, nggak akan selesai-selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa jangan sampai karena perbedaan politis, maka program penanganan banjir tidak berlanjut.

“Jangan kebijakan yang baik itu karena berbeda pandangan politik tidak diteruskan. Harusnya sesuatu yang sudah didesain dan memberi manfaat bagi keselamatan bagi banyak orang yang dilanjutkan,” tambah Benny.

Perlu diketahui, di dalam video wawancara tersebut, sebelumnya dicantumkan posisi Benny Susetyo sebagai staf khusus BPIP.

Hal tersebut kemudian mengundang kritik dari beberapa politikus sebab Benny dianggap mengambil posisi politik dan mengomentari hal yang tidak sesuai fungsi BPIP.

Namun, dilansir dari detiknews, Benny telah memberi klarifikasi bahwa posisinya saat memberi pernyataan tersebut adalah sebagai budayawan, bukan sebagai staf khusus BPIP.

RKN juga telah meminta maaf bahwa pihaknya salah menuliskan posisi Benny dalam video tersebut.

“Dalam video tersebut, RKN Media keliru menulis jabatan Romo Benny sebagai Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dan dalam hal ini, dalam kapasitasnya sebagai budayawan, Romo Benny memberikan pandangan terkait bagaimana menyelesaikan persoalan banjir di Indonesia, tak terkecuali di DKI Jakarta,” jelas Wakil Ketua RKN, Filipus Reza, pada Selasa, 23 Februari 2021 seperti dilansir dari detiknews.

Sponsored by adnow
Bagikan