Bentuk Seribu Posko Covid-19, Wali Kota Makassar: Pekerjaan Terbesar Adalah Mencari Kasus

Bentuk Seribu Posko Covid-19, Wali Kota Makassar: Pekerjaan Terbesar Adalah Mencari Kasus

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar tengah menggenjot pelacakan kasus Covid-19. Pelacakan tersebut untuk memisahkan antara orang yang terpapar Covid-19 dengan orang sehat.

Penerapan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment menjadi hal penting untuk memetakan lonjakan penularan kasus Covid-19. Angka pelacakan kasus Covid-19 paling tidak harus memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia.

Bila mengacu pada Standar WHO, pelacakan dilakukan terhadap 30 orang yang berkontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Kota Makassar mesti memenuhi standar itu.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut telah menyiapkan seribu posko Covid-19 pada level RW. Menurutnya, pelacakan kasus Covid-19 penting untuk memotong mata rantai penyebaran Corona.

“Sekarang pekerjaan terbesar adalah mencari (kasus Covid-19),” kata Danny Pomanto, Rabu, 4 Agustus 2021.

Baca Juga

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar bertugas memberi pelatihan (training) terhadap Detektor Covid-19. Pelatihan tersebut mulai berlangsung pada Kamis, 5 Agustus 2021 lewat daring.

“Kami akan training sekaligus di posko 24 jam ini. Dari posko inilah, dia akan memotivasi orang-orang untuk memisahkan antara orang sakit  dan sehat,” kata Danny.

Pemerintah kota, kata Danny, akan meningkatkan pelacakan dan pengetesan kontak erat dengan melibatkan berbagai pihak. 

“Terutama di rumah-rumah agar mereka semua sadar,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.