Terkini.id, Makassar – Asisten II Pemerintah Kota Makassar, Sittiara Kinang mengatakan angka prevalensi stunting atau gizi buruk di Kota Makassar tergolong tinggi.
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 mencapai 8,75 persen, dan tahun 2019 mengalami penurunan 0,14 persen menjadi 8,61 persen.
Berdasarkan data tersebut, Sittiara mengatakan penanganan stunting di Kota Makassar menjadi salah satu fokus program di bidang kesehatan.
“Begitupun dengan sektor lainnya untuk mengantisipasi kondisi gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak maksimal,” kata Sittiara di Hotel Aerotel Smile, Senin, 16 November 2020.
Ada dua solusi dalam menangani stunting, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik diarahkan untuk mengatasi penyebab langsung masalah stunting.
- Cobig Tour Bantah Pernyataan Garuda Indonesia, Tegaskan Visa 361 Jamaah Umrah Sudah Terbit
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80
- Hut Bhayangkara Ke-80, Polres Jeneponto Bagikan Bantuan, Waujudkan Kepolisian Hadir Di Hati Rakyat
- Booth Kota Makassar di Event APEKSI 2026 Tampilkan Pinisi, AI, UMKM dan Inovasi Daur Ulang
- Wabup Gowa Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Pemkab dan Polri
Sementara intervensi sensitif diarahkan untuk mengatasi penyebab tidak langsung yang menjadi akar masalah dan serta dampak jangka panjangnya.
“Seorang anak disebut mengalami stunting jika tinggi badan mereka lebih pendek dari stadar usianya (WHO-MGRS),” ungkapnya.
Tak hanya itu, Sittiara mengatakan stunting tak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak, namun juga pertumbuhan cara berpikir.
Bahkan, saat dewasa bisa mempengaruhi potensi generasi penerus dalam berkarya dan bekerja.
“Akibatnya, berdampak terhadap perekonomian dan kemajuan daerah di masa depan,” kata dia.
Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga periode awal kehidupan anak (1000 hari setelah lahir).
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar akan membentuk tim percepatan penurunan dan penanganan stunting dengan melibatkan OPD Kecamatan dan Kelurahan di lingkup Kota Makassar.
“Kecamatan dan kelurahan adalah ujung tombak pemerintahan. Mereka paling mengerti situasi di bawah. Paling tidak mereka melapor dan memiliki data tentang warganya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
