Beredar Informasi Nasi yang Dipanaskan di Rice Cooker Berbahaya Dikonsumsi, Ini Faktanya

Nasi
Nasi di rice cooker. (Grid.id)

Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah informasi di media sosial yang menyebutkam bahwa nasi yang dipanaskan di rice cooker berbahaya untuk dikonsumsi.

Dalam informasi itu disebutkan, saat nasi dipanaskan di rice cooker selama lebih dari 6 jam maka akan berubah jadi racun.

Selain itu, informasi tersebut mengklaim bahwa nasi yang dikonsumsi dalam keadaan dingin lebih baik dimakan karena memiliki kadar gula yang lebih rendah.

Berikut narasi lengkap dalam informasi tersebut:

Ini adalah fakta pertama yang membuat saya shock. Tapi syukurlah kalimat tersebut hanya kalimat pembuka Pak Anto saja. Karena nyatanya nasi dari magic com boleh dimakan. Namun dengan syarat, tidak boleh lebih dari 12 jam di dalam magic com dengan kondisi terus terusan dihangatkan.

Menarik untuk Anda:

“Karena nasi yang terus dihangatkan dalam magic com, saat lebih dari 12 jam ia akan berubah menjadi racun”, kata Pak Anto memperingatkan.

Sehingga ketika memasak nasi dan sudah matang, ia menyarankan untuk mengeluarkan nasi tersebut dari magic com dan dipindahkan saja di tempat nasi.

“Nasi yang baik adalah nasi yang dimakan saat sudah dingin, bukan nasi hangat. Karena nasi dingin memiliki kadar gula yang lebih rendah.”

Inilah mengapa sekarang banyak anak menderita diabetes. Karena mereka terbiasa makan nasi hangat dari magic com. Beda dengan orang zaman dahulu yang dimasak di langseng kemudian jika sudah matang akan diletakkan di tempat nasi. Dengan demikian nasi tidak terus menerus dihangatkan.

Saya dan keluarga sering makan di luar. Jadi kadang masak nasi tapi ngga ada yang makan, so magic com jalan teruuus. Besoknya kadang nasi baru terjamah.

Hm … yang jelas saya sering sekali meletakkan nasi di magic com lebih dari 12 jam. Sekarang sejak penataran, seusai nasi matang, magic com langsung saya matikan dan nasi saya dinginkan.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta mengutip dari Merdeka.com, Kamis 19 November 2020, klaim yang menyebut nasi yang dipanaskan lebih dari 6 jam berbahaya dikonsumsi karena akan berubah menjadi racun adalah tidak benar atau hoaks.

Dilansir dari Kompas.com, Ahli Gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak tepat.

Ia menyebut bahwa tidak ada perbedaan kandungan antara nasi yang dipanaskan di penanak nasi dengan nasi yang sudah didinginkan.

“Sama saja (kandungannya),” kata dr Tan.

Namun demikian, perlu diperhatikan cara pengolahan, pemanasan, atau pun penyimpanan agar nasi tetap aman untuk dikonsumsi.

“Perlakukan sama seperti lauk. Kan ada batas toleransi,” tambahnya.

Dr Tan juga menyoroti pentingnya penyimpanan nasi dengan baik untuk menghindari tumbuhnya bakteri.

Selain itu, terkait dengan klaim karbohidrat dan gula yang disebut sebagai sumber penyakit, dr Tan juga menyebut perlunya klarifikasi informasi. Tidak seperti klaim dalam pesan berantai tersebut, karbohidrat justru diperlukan tubuh.

“Kita butuh karbohidrat. Penghasil tenaga dan membuat otak nyambung karena gula darah stabil. Namun, jika berlebihan, nah itu baru masalah. Seperti halnya semua yang berlebihan kan meman tidak baik,” ujarnya.

Untuk menghindari disinformasi seperti ini, dr Tan juga mengimbau masyarakat untuk mengecek kompetensi orang-orang yang mengklaim kabar yang diterima.

Selain itu, Spesialis gizi klinik dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, dr Anna Maurina Singal, MGizi, SpGK atau yang akrab disapa dr Anna, memberi tanggapan terkait isu tersebut.

Ia menyebut bahwa pemicu masalah kesehatan tidak dapat hanya satu faktor saja, melainkan multifaktorial.

“Proses tanak beras melalui rice cooker atau magic jar dengan waktu tertentu tidak menentukan seseorang akan mengalami peningkatan glukosa darah atau diabetes melitus,” katanya dilansir dari detikHealth.

Anna mengatakan, beras merupakan karbohidrat kompleks yang memiliki struktur amilosa dan amilopektin. Rantai amilosa berbentuk garis lurus sedangkan amilopektin berbentuk cabang-cabang. Semakin bercabang suatu rantai, akan semakin banyak molekul yang ditangkap oleh enzim pencernaan sehingga akan lebih meningkatkan kadar glukosa darah.

“Kadar amilosa dan amilopektin sangat berbeda pada tiap varietas beras di Indonesia. Ada varietas beras yang tinggi kadar amilosanya sehingga memiliki kadar indeks glikemik rendah, hal ini baik bagi pasien DM (diabetes melitus) namun harus tetap memperhatikan jumlah secara keseluruhan,” terangnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebut nasi yang dipanaskan lebih dari 6 jam berbahaya dikonsumsi karena akan berubah menjadi racun adalah tidak benar atau hoaks.

Faktanya, sejumlah ahli gizi mengatakan tidak ada perbedaan kandungan antara nasi yang dipanaskan di rice cooker dengan nasi yang sudah didinginkan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bertambah 110 Orang, Angka Kematian Covid-19 Indonesia Capai 17.589

Merasa Difitnah, Keluarga Jusuf Kalla Resmi Polisikan Danny Pomanto

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar