Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa penyebab kematian pasien positif Covid-19 diakibatkan karena Trombosis atau penggumpalan darah di pembuluh darah.
Informasi tersebut beredar di publik usai diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook dengan nama akun Agung P. Murdanoto.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut bahwa dokter di Italia telah menemukan obat penangkal Covid-19.
Pada informasi yang diunggahnya itu, ia menyebut bahwa hal utama yang menjadi penyebab kematian pasien Covid-19 adalah penggumpalan darah atau Trombosis.
Dalam postingannya juga terdapat klaim bahwa informasi itu berasal dari dokter di Italia yang tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO.

- Kolaborasi Lintas Negara, Fakultas Vokasi Unhas Bahas Teknologi Akuakultur dan Ilmu Kelautan
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
Namun, berdasarkan penelusuran fakta dari situs resmi Gugus Tugas Covid-19 nasional covid19.go.id, Rabu, 17 Juni 2020, ada beberapa poin yang tidak benar alias hoaks di dalam narasi informasi tersebut.
Dilansir dari jurnal penelitian thelancet.com, fakta penyebab utama kematian oleh virus Covid-19 adalah akibat dari kegagalan pernafasan dan bukan karena Trombosis atau penggumpalan darah.
Dalam jurnal penelitian itu disebutkan bahwa Virus Corona secara perlahan membuat komplikasi pada organ yang terdampak, sehingga bisa menyebabkanshockhingga kegagalan fungsi dari organ tersebut.
Berdasarkan fakta tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional lewat situs resminya melampirkan beberapa penjelasan dan artikel yang membantah klaim bahwa pasien meninggal Covid-19 diakibatkan trombosis.
Satu di antara artikel yang ditayangkan Gugus Tugas Covid-19 nasional yakni berjudul “Fact Check: Blood clot the main reason for Covid-19 death, claims conspiracy theory” yang ditayangkan situs indiatoday.in pada 25 Mei 2020.

Sekedar diketahui, dilansir dari laman Klikdokter, trombosis umumnya terjadi pada individu yang telah mengalami aterosklerosis, atau penumpukan plak, di dalam pembuluh darah arteri.
Aterosklerosis menyebabkan terjadinya penumpukan deposit ateroma, atau plak lemak, pada dinding pembuluh darah tersebut.
Aterosklerosis umumnya terjadi pada area di mana aliran darah mengalami turbulensi. Proses tersebut dapat mengalami percepatan apabila tubuh terekspos faktor risiko yang berat.
Hal ini juga dapat terjadi lebih sering saat seseorang bertambah usia dan pada orang dengan riwayat keluarga mengalami penyakit tersebut.
Gejala-gejala umum trombosis ditandai dengan nyeri dada sesak napas, pusing, pucat, keringat dingin, mual dan muntah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
