Beredar Soal Ujian SMP Sebut Anies Diejek Mega Gegara Pakai Sepatu Kusam

Beredar Soal Ujian SMP Sebut Anies Diejek Mega Gegara Pakai Sepatu Kusam

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah foto tangkapan layar di media sosial yang memperlihatkan soal ujian SMP menyinggung nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dilihat dari foto yang beredar, Sabtu 12 Desember 2020, tampak soal ujian itu berisi kalimat pertanyaan terkait sikap Anies yang diejek Mega gegara memakai sepatu kusam.

“Anies selalu diejek Mega karena memakai sepatu yang sangat kusam. Walaupun demikian Anies tidak pernah marah. Perilaku Anies merupakan contoh?,” demikian tertulis dalam soal ujian tersebut.

Dalam foto juga tampak empat pilihan jawaban terkait soal itu yakni Pemaaf, Istiqomah, Sabar, dan pilihan jawaban keempat adalah Ikhas.

Selain itu, di soal lainnya terlihat pertanyaan yang terkesan memuji Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga

“Pak Anies adalah seorang Gubernur hasil Pemilihan Gubernur tahun 2017. Ia tidak menyalahgunakan jabatan yang dimilikinya untuk memperkaya diri dan keluarga. Sebaliknya, ia gunakan jabatannya untuk menolong rakyat yang mengalami kesusahan. Perilaku pak Anies adalah contoh sikap?,” demikian kalimat yang tertulis dalam soal itu.

Adapun empat pilihan jawaban terkait soal tersebut yakni Jujur, Amanah, Istiqomah, dan pilihan keempat adalah Qona’ah.

Mengutip Detik.com, Sabtu 12 Desember 2020, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan bahwa soal tersebut dibuat karena terdapat unsur kompetensi pada mata pelajaran mengenai pembentukan karakter, integritas, sabar dan tanggung jawab.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengimbau guru untuk membuat soal yang menyebutkan nama pejabat publik.

Nahdiana juga meminta para guru yang membuat soal ujian sekolah yang menyinggung nama Anies dan Mega tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya itu.

“Dinas Pendidikan tidak pernah mengimbau kepada guru di sekolah untuk membuat soal ujian sekolah dengan menyebutkan nama pejabat publik tertentu dan telah mengarahkan guru yang membuat soal ujian sekolah tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Karena, hal tersebut berpotensi menjadi unsur pelanggaran netralitas terhadap posisi ASN,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.