Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu

Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu

R
amalikfajar
Redaksi

Tim Redaksi

Adapula makam dari kakek Sultan Hasanuddin yang bernama I Mangngarangi Daeng Manrabbia yang biasa di kenal Sultan Alauddin. Raja Gowa inilah yang pertama kali masuk islam pada tahun 1603. Namun sebelum ia masuk islam, ia lebih didahului oleh Mangkubuminya yang bernama Sultan Abdullah Awwalul Islam.

Setelah beliau masuk islam raja Gowa Sultan Alauddin bersama mangkubuminya Karaeng Mattoaya (Sultan Abdullah), mereka kemudian mendirikan sebuah masjid peribadatan, yang saat ini dikenal dengan Masjid tua Al Hilal Katangka. Setelah pembangunan masjid tersebut resmilah agama islam di kerajaan Gowa Tallo tanggal 22 November tahun 1605.

Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu
Makam Sultan Alauddin, Raja Gowa-Tallo ke-14(Foto: Dokumen Penulis).

Makam Sultan Hasanuddin

Sultan hasanuddin, beliau memiliki nama lengkap I Mallombasi Daeng Mattawang Muhammad Baqir Karaeng Bonto Mangngape Tuminanga ri Balla’pangkana. Ia lahir 12 Januari pada tahun 1629. Menjadi raja pada tahun 1652 diusianya yang 23 tahun. Pada saat dilantik menjadi Raja, beliaulah yang selalu memimpin pasukannya untuk menyerang kompeni yang ingin menguasai wilayah kerajaan Gowa-Tallo.

Selama 17 tahun lamanya memerintah sebagai raja, Sultan Hasanuddin selalu dihadapkan dengan peperangan melawan Belanda. Sehingga kompeni Belanda mengatakan, perang terbesar di kawasan timur Indonesia adalah melawan Sultan Hasanuddin. Karena itulah, belanda menjulukinya dengan sebutan “ayam jantan dari timur”.

Baca Juga

Beliau jatuh sakit pada usia 40 tahun tepat di tahun 1669. Maka beliau turun tahta dan kemudian wafat satu tahun setelahnya, di tanggal 12 juni 1670 pada usia 41 tahun. Dengan gelarnya Tuminanga ri Balla’pangkana yang artinya raja yg meninggal di atas istananya.

Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu
Makam Sultan Hasanuddin, Raja Gowa-Tallo ke-16 (Foto: Dokumen Penulis).

Kenapa makam Sultan Hasanuddin ini lebih rendah dari makam yang lain? Jawabannya, karena ketika Sultan Hasanuddin wafat posisi beliau sudah turun tahta sebagai raja, sedangkan makam yang bentuknya tinggi itu artinya orang yang meninggal saat masih menjabat sebagai raja.

Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu
Foto bersama siswi dengan Guru pendamping Study Tour di Makam Sultan Hasanuddin (Foto: Dokumen Penulis).
Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu
Foto bersama dengan Pemandu Kompeks Makam Sultan Hasanuddin, Bapak Syahrul (kotak-kotak putih) (Foto: Dokumen Penulis).
Berkunjung ke Makam Sultan Hasanuddin Saksi Bisu Peninggalan Gowa-Tallo di Masa Lalu
Rombongan Study Tour SMKN 7 Makassar saat berkujung ke Makam Sultan Hasanuddin (Foto: Dokumen Penulis).

Cukup sampai di sini dulu yah ceritanya, bagi kalian yang minat berkunjung ke makam Sultan Hasanuddin, kalian bisa datang karena makan ini dibuka secara umum.

Kami ucapkan Terima kasih juga untuk bapak pemandu yang telah memberikan kami banyak informasi. Sekian feature news kami wassalam.

X AP 4 SMK Negeri 7 Makassar 2022, Mata Pelajaran Sejarah Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.