Pulau Lae Lae sendiri secara administratif masuk ke dalam wilayah Kelurahan Lae Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.
Pulau Lae-Lae merupakan pulau peninggalan Jepang. Pulau dengan luas 6,5 ha berpasir putih ini dihuni oleh 400 keluarga atau sekitar 2.000 jiwa.
Pulau Lae Lae dikenal sebagai tempat yang strategis untuk menikmati sunset, di sini juga tersedia fasilitas-fasilitas yang disewakan untuk para pengunjung, seperti alat pendukung yang digunakan untuk bersantai menikmati suasana sekitar di pulau ini.
Karena keindahan pasir putihnya, kalian bisa membuat mendirikan tenda tenda camp dan berkumpul bersama teman atau keluarga.
Terdapat juga satu masjid yang posisi nya berada di tengah-tengah pemukiman warga. Masjid Miftahul Bahri memiliki desain yang unik serta mampu menampung 300 jamaah. Setelah ibadah shalat berlangsung, kegiatan belajar mengaji yang dilakukan oleh anak-anak ikut meramaikan masjid ini.
- Suara Warga Lae-Lae: Siapa Pun Gubernurnya Kami Menolak Reklamasi
- Mapala 45 Makassar Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Selat Pulau Lae-Lae
- Melawan Arus Tolak Reklamasi: Masyarakat Pulau Lae-Lae Berjuang Demi Laut yang Berkelanjutan
- Reklamasi Pesisir Makassar Terus Berlanjut, Perempuan Warga Pesisir Layangkan 8 Tuntutan
- Listrik Menyala 24 jam di Pulau Lae-lae, Masyarakat Kini Lebih Produktif
Pendidikan di Pulau Lae Lae terbilang cukup mumpuni, terdapat 3 sekolah yang terdiri dari TK Lae Lae, SD Impres Lae Lae , SMP Negeri 41 atap. Hanya saja masih belum terdapat SMA di sini yang mengharuskan masyarakat pulau merantau untuk melanjutkan pendidikannya.
Selain terkenal dengan wisata bahari nya, pulau ini juga memiliki situs sejarah peninggalan Jepang, yaitu bungker perang yang diperkirakan dibangun antara tahun 1943-1945 atau pada masa-masa akhir kekuasaan Jepang di Indonesia.
Bungker ini berada di bagian utara dan selatan pulau. Konon katanya bungker ini terhubung langsung dengan Benteng Fort Roterdam yang berada dekat dermaga Kayu Bangkoa.
Namun, karena kurangnya perhatian dari warga dan pemerintah setempat, bungker ini jadi tak terurus dan menjadi tempat tumpukan sampah-sampah serta barang barang warga.
Selain keindahannya, terdapat juga tempat-tempat tertentu yang kurang terurus seperti pada sebelah kenan dermaga pulau Lae Lae. Terlihat kapal kapal yang telah rusak bersandar dan bertumpuk di sana. Banyaknya sampah yang bertebaran membuat pasir putih yang berada di bawah sampah sampah jadi kurang jelas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
