Terkini, Jakarta — Sebuah momentum bersejarah bagi Indonesia hadir dari Washington. Melalui Letter of Intent yang ditandatangani Donald A. Prater, DVM, Principal Deputy Director for Human Foods Program, U.S. Food and Drug Administration (FDA), pemerintah Amerika Serikat resmi menyatakan niat untuk menunjuk BPOM RI sebagai Certifying Entity (CE) atau Lembaga Sertifikasi Impor bagi rempah-rempah Indonesia yang masuk ke pasar Amerika serikat.
Dokumen resmi yang dirilis melalui Import Alert 99-52 itu menandai babak baru diplomasi pangan global Indonesia.
Langkah ini disebut banyak pihak sebagai bentuk trust diplomacy diplomasi yang lahir dari reputasi ilmiah dan kepercayaan terhadap integritas sistem pengawasan pangan Indonesia.
Dan di balik kepercayaan besar itu, berdiri sosok ilmuwan dunia yang kini memimpin BPOM RI: Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Prof Taruna berbicara dengan tenang namun penuh keyakinan.
- PLN UID Sulselrabar Siagakan 73 Posko Kelistrikan dan 2.315 Personel, untuk Momen Idul Adha
- Asmo Sulsel Gelar Final Technical Skill Contest 2026, Uji Kompetensi Mekanik dan Service Advisor AHASS
- APT Harap Polemik Paskibraka Tidak Memicu Perpecahan Sosial
- Dokter Koboi Luncurkan Buku "Hitam Itu Bukan Sekadar Warna" di Malaysia
- PSMTI Sulsel Ajak Semua Pihak Bijak Sikapi Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel
“FDA tidak sembarangan memberi mandat seperti ini. Mereka menilai bukan hanya teknis, tapi komitmen dan integritas sistem pengawasan Indonesia. Ini momentum pengakuan global,” ujarnya, Jumat 18 Oktober 2025.
Selama ini, sertifikasi ekspor rempah ke Amerika dilakukan melalui pihak ketiga di luar negeri. Kini, untuk pertama kalinya, otoritas Amerika Serikat justru mempercayakan proses sertifikasi langsung kepada lembaga nasional Indonesia.
Ini sinyal kuat bahwa BPOM kini dianggap sejajar dengan otoritas pangan dunia seperti FDA, EFSA, dan MHRA.
FDA dalam suratnya menekankan harapan agar BPOM mampu menjamin keamanan rempah Indonesia, terutama dari kontaminasi isotop Cesium-137 unsur radioaktif yang sangat diawasi di pasar Amerika.
“Kami akan libatkan BRIN dan BAPETEN agar semua protokol bersifat ilmiah, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan di forum global,” tegas Prof Taruna.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
