Dengan mandat ini, Indonesia tidak hanya mengekspor produk, tetapi juga mengekspor standar dan kepercayaan.
Dalam teks resmi FDA, disebutkan bahwa Indonesia diberikan ruang untuk menyusun mekanisme sertifikasi bersama dan duduk setara dalam pembahasan teknis internasional.
“Kami ingin memastikan setiap produk Indonesia yang masuk ke rak pasar dunia membawa reputasi: aman, bersih, dan berintegritas,” kata Prof Taruna Ikrar.
Penunjukan ini menandai bahwa BPOM tidak lagi hanya sebagai regulator domestik, tapi kini menjadi pemain dalam jaringan pengawasan pangan global.
“Ini bukan hanya soal ekspor rempah. Ini tentang posisi Indonesia di dunia. Kita tidak lagi hanya mengikuti standar, tetapi dipercaya ikut menetapkan standar, “sambungnya.
- PLN UID Sulselrabar Siagakan 73 Posko Kelistrikan dan 2.315 Personel, untuk Momen Idul Adha
- Asmo Sulsel Gelar Final Technical Skill Contest 2026, Uji Kompetensi Mekanik dan Service Advisor AHASS
- Pemkot Makassar Gandeng Angkasa Pura Dorong Bandara Jadi Destinasi Wisata Baru
- APT Harap Polemik Paskibraka Tidak Memicu Perpecahan Sosial
- Dokter Koboi Luncurkan Buku "Hitam Itu Bukan Sekadar Warna" di Malaysia
Dengan mandat dari FDA Amerika Serikat, Indonesia resmi melangkah ke panggung global sebagai negara dengan kapasitas pengawasan pangan yang diakui dunia.
Sebuah babak baru, di mana rempah bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi simbol kedaulatan sains dan diplomasi bangsa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
