Terkini.id, Makassar – Bank Indonesia Sulawesi Selatan, memperkirakan kebutuhan uang pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 meningkat hingga 7 persen menjadi Rp3,2 triliun. Pada momen Nataru tahun 2022 lalu, kebutuhan uang tunai mencapai hingga Rp2,99 triliun.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana menyebut, ada beberapa faktor pendorong yang memicu tingginya permintaan uang pada momen Nataru 2023, yang berlangsung pada Desember 2023.
“Ada berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk anggaran Pemilu 2024. Semua daerah mengalokasikan anggaran Pemilu, partai-partai, caleg mengeluarkan anggaran,” jelas Causa Iman Karana saat Taklimat Media yang digelar di Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulampua, Senin 11 Desember 2023.
Causa melanjutkan, peningkatan transaksi masyarakat juga banyak dipicu oleh tingkat mobilitas saat mudik dan tahun baru.
Dalam kesempatan tersebut, BI Sulsel juga menyampaikan aliran uang tunai atau kartal yang beredar selama Januari hingga November 2023.
- BI Sulsel Kuatkan Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Training of Trainers
- OJK Ungkap Perempuan Rentan Jadi Korban Investasi Bodong dalam Forum Ekonomi di Makassar
- BI Sulsel Gelar Forum Ekonomi Syariah 2026: Sinergikan Keuangan Sosial dan Komersial untuk Ekosistem Halal
- PESyar x Trend Hijab 2026, BI Sulsel Dorong Modest Fashion Syariah Jadi Unggulan Sulsel
- BI Sulsel Cetak Agen Literasi Ekonomi Syariah
“Aliran Uang Kartal KPwBI Provinsi Sulsel Januari hingga November Tahun 2023 menunjukkan Net Inflow sebesar Rp6,88 triliun. Di mana Aliran Uang Masuk (ke bank-bank) lebih tinggi dibandingkan aliran uang keluar,” jelas dia.
Adapun Aliran uang masuk (Inflow) tercatat sebesar Rp22,07 triliun, sementara Aliran Uang Keluar (Outflow) dari Bank Indonesia sebesar Rp15,09 triliun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
