Terkini.id, Makassar – Inflasi bulanan di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada bulan April 2023 tercatat sebesar 0,20 persen, menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,75 persen.
Hal ini menjadi perhatian karena bulan April 2023 jatuh pada momen Ramadan dan Idulfitri, yang umumnya dapat meningkatkan tingkat inflasi bulanan.
Direktur Bank Indonesia (BI) Sulsel, M. Firdauz Muttaqin, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain panen yang terjadi di beberapa daerah sentra pertanian, cuaca yang kondusif di Sulsel pada bulan April 2023, serta pelaksanaan pasar murah yang gencar dilakukan.
Panen yang berhasil dilakukan di daerah penghasil tanaman holtikultura seperti Enrekang memberikan dampak signifikan terhadap harga cabai rawit, cabai merah, dan kangkung.
Pada bulan Maret 2023, cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua dengan andil sebesar 0,12 persen. Namun, pada bulan sebelumnya, komoditas ini justru mengalami deflasi dengan andil terbesar yaitu -0,098 persen.
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Di Pinrang, Pj Gubernur Sulsel Kunjungi Bangsal Pasca Panen, Tebar Benih Ikan dan Inseminasi Buatan
- Di Tengah El Nino, Pj Gubernur Sulsel Panen Raya Padi Bersama Petani di Maros
- Meningkat Signifikan, Gubernur Sulsel Panen Mandiri Benih di Desa Palakka
- Mandiri Benih di Wajo Tingkatkan Produksi Padi 7,2 Ton/Hektar
Demikian pula, cabai merah dan kangkung juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap inflasi pada bulan Maret 2023, masing-masing sebesar 0,037 persen dan 0,029 persen.
Namun, pada bulan April 2023, keduanya mengalami deflasi dengan andil masing-masing -0,026 persen dan -0,038 persen.
“Ada kenaikan sedikit di harga beras, tapi kenaikannya sudah mulai melambat karena memang sudah ada panen,” kata Firdauz, Kamis 4 Mei 2023.
Selain panen, cuaca di Sulsel pada April 2023 yang cenderung kondusif dikatakannya juga cukup mampu memberi efek dalam memperlambat laju inflasi bulan lalu.
Misal pada komoditas ikan, tercatat pada Maret 2023, ikan layang menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar ketiga yaitu 0,065 persen. Sementara pada April 2023, komoditas ini bahkan tidak masuk dalam 10 besar pemberi andil inflasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
