Terkini.id, Jakarta – Bikin baper, renungan di saat PPKM ini buat banyak orang nangis! Masih tingginya angka penularan virus corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia, terpaksa membuat pemerintah menerapkan kebijakan penerapan PPKM Darurat.
PPKM yang merupakan akronim dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang selanjutnya diperpanjang dengan nama PPKM berlevel satu hingga empat itu, memang terasa sangat berat lantaran banyak melumpuhkan sendi kehidupan masyarakat. Sebut saja perekonomian kecil, pelaku usaha marginal, UMKM, dan lain-lainnya yang tak sedikit memilih gulung tikar.
Bagi sebagian orang atau penyintas yang terpapar Covid-19, momok corona adalah berarti menghadapi hidup dan mati. Tidak ada pilihan lain selain harus berobat dan menjalani isolasi mandiri (isoman).
Terkait isoman, belum lama ini beredar pesan bijak berantai yang diedarkan seorang pasien berinisial HH yang tengah menjalani isolasi mandiri di Surabaya. Dari penelusuran Terkini.id, Jumat 23 Juli 2021, pesan itu telah berulang-ulang kali dibagikan melalui media sosial pertemanan WhatsApp (WA).
Demikian isi tulisan bijak berantai yang mengajak pembacanya untuk sadar dan berkontempolasi:
Kekosongan dan Kesombongan
Mobil pribadi tak lagi beranjak dari garasi. Jet pribadi pun terparkir rapi di bandara. Lalu lintas udara telah ditutup.
Masing-masing negara fokus untuk merawat warganya, berperang melawan musuh kecil yang tak terlihat.
Setiap manusia terkurung dalam kamarnya.
Pakaian dari desainer terkenal, sepatu dan jam bermerek, minyak wangi dan seonggok alat make up kehilangan artinya, tergeletak tak berguna.
Tak ada lagi meeting mendadak ataupun bisnis meeting yang menyita waktu sehingga sering kali kita tak punya lagi waktu untuk keluarga dan untuk Tuhan.
Tak ada lagi pesta yang harus dihadiri, tak ada lagi nonton bareng, tak ada pula tongkrongan di kafe, tak ada lagi arak-arakan dan pesta seni, bahkan uang pun terhenti di bank.
Semua tak ada arti.
Apalagi yang bisa disombongkan dan dibangga-banggakan dalam keadaan seperti ini?
Saat ini Tuhan sedang membukakan mata setiap orang.
Yang terpapar di rumah sakit (RS) saat ini dengan kelas yang sama tidak ada lagi kelas VIP, Super VVIP. Orang banyak harta, orang miskin harta bersatu di ruang dan kelas yang sama untuk berjuang melawan penyakit dengan pelayanan yang sama.
Saat meninggal pun di peti yang sama, tidak ada lagi peti berlapis emas dan tanpa bisa ditemani orang-orang tercinta ke liang lahat.
Orang kaya saat sehat, semua orang mendekat. Namun, saat divonis terkena virus mematikan ini, walaupun kaya raya semua orang menjauh.
Bahkan tempat-tempat ibadah yang megah dan mahal pun sekarang kosong. Tiba waktunya setiap orang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran di dalam hati.
Yang kita butuhkan hanya makanan dan udara untuk dihirup, kita hanya ingin hidup. Selebihnya menjadi tidak penting lagi.
Dunia tak pernah melihat kesombongan narsis seperti di zaman ini!
Kabar baiknya:
Kita diberi satu kesempatan lagi untuk introspeksi, melihat ke dalam diri, bertanya kepada Tuhan: “Kenapa Tuhan membiarkan saya hidup?”
Untuk bersuka-suka atau untuk membeli mobil barukah?
Apakah tujuan hidupku sekarang? Apakah tujuan hidupku setelah pandemi Covid-19?
Mengapa Tuhan menyelamatkan aku dan mengizinkan yang lain mati?
Manfaat apa yang harus kubawa untuk sesamaku manusia, apa yang harus kulakukan dengan sisa hidupku untuk Tuhan, sehingga Tuhan memberikan aku satu kesempatan lagi?
Mari kita berdoa dan bertobat. Membuat komitmen baru untuk menjalani hidup ini dengan lebih berarti!
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
